Ilustrasi(Freepik.com)
PENDAKI asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, ditemukan meninggal dunia saat mendaki Gunung Slamet. Siswa SMA Negeri 5 Magelang tersebut diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 15 hari sebelum jenazahnya ditemukan. Dugaan sementara Syafiq meninggal karena hipotermia.
Kasus Syafiq bukan kasus pertama. Ada banyak kasus seorang yang meninggal karena mengalami hipotermia saat mendaki gunung. Oleh karena itu, sebelum mendaki sebaiknya para pendekai mengetahui dulu tanda-tanda hipotermia.
Berdasarkan laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hipotermia atau suhu tubuh yang sangat rendah adalah kondisi berbahaya yang dapat terjadi ketika seseorang terpapar suhu yang sangat dingin.
Kondisi itu terjadi ketika seseorang terpapar suhu yang sangat dingin dalam jangka waktu lama. Saat terpapar suhu dingin, tubuh mulai kehilangan panas lebih cepat. Paparan yang berkepanjangan pada akhirnya akan menghabiskan energi yang tersimpan dalam tubuh, yang menyebabkan penurunan suhu tubuh.
Suhu tubuh yang terlalu rendah memengaruhi otak, membuat korban tidak mampu berpikir jernih atau bergerak dengan baik. Hal ini membuat hipotermia sangat berbahaya, karena seseorang mungkin tidak menyadari bahwa hal itu sedang terjadi dan tidak dapat berbuat apa pun untuk mengatasinya.
Meskipun hipotermi terjadi pada suhu yang sangat dingin, kondisi ini dapat juga terjadi pada suhu sejuk di atas 4 derajat celcius jika seseorang kedinginan akibat hujan ataupun keringatnya sendiri.
Seseorang yang mengalami hipotermia berat mungkin tidak sadarkan diri dan mungkin tampak tidak memiliki denyut nadi atau bernapas. Dalam kasus ini, maka perlakukan orang tersebut dengan lembut, dan segera dapatkan bantuan darurat.
Lakukan CPR, meskipun orang tersebut tampak tidak sadarkan diri. CPR harus dilanjutkan sampai orang tersebut merespons atau bantuan medis tersedia. Terus hangatkan orang tersebut saat melakukan CPR. Dalam beberapa kasus, korban hipotermia yang tampak sudah meninggal dapat berhasil diselamatkan.
Bantuan Medis Hipotermia
Saat mendaki gunung berkelompok maka akan lebih aman bila terjadi kondisi darurat.para pendaki bisa saling membantu atau memberikan pertolongan pertama, terutama saat menghadapi anggota regu yang mengalami hipotermia.
Langkah awal menangani pendaki yang mengalami hipotermia yakni lepaskan pakaian basah yang dikenakan orang tersebut, kemudian hangatkan bagian tengah tubuh terutama di bagian dada, leher, kepala, dan selangkangan dengan menggunakan selimut atau alumuinium foil yang biasa dibawa oleh pendaki.
Selain itu, pendaki juga dapat menggunakan kontak kulit ke kulit di bawah lapisan selimut, pakaian, handuk yang longgar dan kering. Berikan minuman hangat dapat membantu meningkatkan suhu tubuh.
Tetapi jangan berikan minuman beralkohol. Jangan mencoba memberikan minuman kepada orang yang tidak sadarkan diri.
Setelah suhu tubuh meningkat, jaga agar orang tersebut tetap kering dan selimuti tubuhnya, termasuk kepala dan lehernya, dengan selimut hangat. Segera berikan perawatan medis yang tepat kepada orang tersebut sesegera mungkin. (H-2)

14 hours ago
1





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)




English (US) ·