Spesifikasi Pesawat ATR 42-500.(Dok. Ditjan PSDKP)
DIREKTORAT Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengandalkan pesawat airborne surveillance tipe ATR 42-500 untuk mendukung pengawasan aktivitas kelautan dan perikanan di wilayah Indonesia. Dalam video Instagram Ditjen PSDKP pada 24 Desember 2025 lalu, ATR 42-500 disebut mampu melakukan penerbangan rendah dan menjangkau daerah terpencil, kemampuan yang krusial bagi negara kepulauan dengan bentang operasi dari Sabang hingga Merauke.
Bukan sekadar “terbang patroli”, pesawat ATR 42-500 juga diposisikan sebagai alat untuk memastikan target sebelum tindakan di lapangan dilakukan. Pesawat ini disebut dibekali kamera untuk menangkap objek pengawasan di sektor kelautan dan perikanan.
Pola operasinya terintegrasi, indikasi awal dibantu oleh satelit, lalu ATR 42-500 melakukan verifikasi terhadap objek yang diduga melakukan pelanggaran. Setelah itu, tindak lanjut dilakukan melalui pencegatan (intercept) oleh tim Ditjen PSDKP di lapangan.
“Dengan bantuan satelit, pesawat ini akan melakukan verifikasi terhadap objek yang diduga melakukan pelanggaran, yang kemudian nantinya akan dilakukan intercept tim Jenderal PSDKP di lapangan,” demikian narasi dalam video tersebut.
Kenapa ATR 42-500 Cocok untuk Pengawasan di Negara Kepulauan?
Secara desain, ATR 42-500 adalah pesawat turboprop regional yang dibuat untuk rute jarak pendek-menengah. Dalam konteks pengawasan, karakter pesawat jenis ini umumnya menguntungkan, konsumsi bahan bakar relatif efisien, kecepatan tidak terlalu tinggi sehingga memudahkan pemantauan area, dan fleksibilitas operasi di bandara-bandara dengan infrastruktur terbatas.
Ditjen PSDKP menekankan dua hal paling menonjol, kemampuan terbang rendah dan menjangkau wilayah terpencil. Di lapangan, kombinasi ini mempermudah pemantauan visual, pengambilan gambar, hingga penguatan bukti awal sebelum unsur penindakan dikerahkan.
Spesifikasi Pesawat ATR 42-500
Mengacu pada brosur pabrikan (ATR Aircraft, PDF), berikut gambaran spesifikasi dasar ATR 42-500 yang sering dijadikan acuan performa:
- Konfigurasi standar: 48 penumpang
- Mesin: Pratt & Whitney Canada PW127E/M dengan tenaga lepas landas 2.160 SHP
- Kecepatan jelajah maksimum: hingga 300 KTAS (sekitar 556 km/jam)
- Jangkauan (dengan penumpang maksimum): sekitar 703 nautical miles (NM)
- Bobot lepas landas maksimum (MTOW): 18.600 kg
- Muatan maksimum (max payload): hingga 5.500 kg
- Kebutuhan landasan lepas landas (kondisi acuan/permukaan laut): sekitar 1.165 meter pada MTOW
Catatan pentingnya: angka-angka ini adalah performa acuan, di operasi nyata bisa dipengaruhi banyak faktor, seperti kondisi cuaca, beban, elevasi bandara, dan konfigurasi misi (termasuk pemasangan peralatan khusus pengawasan).
Dari Satelit ke Kamera
Dalam video Instagram Ditjen PSDKP, narasi pengawasan udara ditonjolkan sebagai bagian dari rantai penindakan yang lebih besar. Satelit membantu memperluas jangkauan deteksi awal, sementara pesawat melakukan konfirmasi visual, misalnya memastikan objek yang dicurigai benar kapal perikanan, bergerak/beroperasi di area tertentu, atau menunjukkan indikasi pelanggaran.
Tahap verifikasi ini penting karena pengerahan unsur lapangan memerlukan biaya besar dan waktu, apalagi jika target berada jauh dari pangkalan terdekat. Dengan verifikasi dari udara, operasi pencegatan bisa lebih tepat sasaran.
Tidak Hanya Patroli
Peran ATR 42-500 dalam narasi Ditjen PSDKP juga melampaui pengawasan. Pesawat ini disebut ikut mendukung distribusi bantuan bencana, termasuk ketika bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Peran ganda ini menguatkan fungsi armada udara sebagai sarana logistik ketika akses darat atau laut terganggu.
Dalam rilis resmi KKP terkait respons bencana di Sumatra, Ditjen PSDKP menyebut pengerahan armada kapal pengawas dan satu pesawat pengawasan untuk pengiriman bantuan. Artinya, unsur pengawasan dapat beralih fungsi menjadi unsur kemanusiaan saat negara membutuhkan respons cepat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), sempat menyoroti usia pesawat ATR 42-500 yang dinilainya sudah cukup tua. Dalam rekaman percakapan yang diunggah oleh Ditjen PSDKP di Instagram pada 24 Desember 2025, terdengar seloroh yang menggambarkan betapa uzurnya pesawat tersebut, hingga usia pastinya seolah enggan untuk disebutkan.
Peristiwa jatuhnya pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) pada Sabtu (17/1) pun menyita perhatian masyarakat. Isu keselamatan penerbangan, termasuk insiden pesawat jatuh, kerap menimbulkan kekhawatiran publik. Dalam konteks ini, Zulhas menegaskan pentingnya ketersediaan armada yang andal untuk mendukung pelaksanaan tugas negara, khususnya dalam pengawasan wilayah Indonesia yang sangat luas dan tersebar.
“Pesawat yang usianya sudah cukup lama tentu memengaruhi kelancaran tugas. Padahal, Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki cakupan kerja hingga ke daerah-daerah terpencil, dari Sabang sampai Merauke,” ujar Zulhas dalam video yang diunggah pada akhir tahun lalu. (Z-10)

6 hours ago
5





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)




English (US) ·