Bripda Rio Jadi Tentara Bayaran Rusia, Pengamat: Ini Tamparan bagi Muruah Institusi

15 hours ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Ini Tamparan bagi Muruah Institusi Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia.(Dok. AA)

PENGAMAT kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia. Menurut Bambang, peristiwa ini menjadi preseden buruk bagi institusi kepolisian dan negara, sehingga perlu evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan dan pembinaan personel di tubuh Polri.

“Ini preseden buruk tidak hanya pada personel tetapi juga pada institusi negara. Harus ada evaluasi terkait peran sumber daya manusia Polri dalam pengawasan maupun pembinaan personel. Ini juga menyangkut meritokrasi, harapan personel pada pengembangan karir personel,” kata Bambang saat dihubungi, Minggu (18/1).

Bambang menilai, kasus Rio seharusnya menjadi catatan penting bagi pemerintah dan institusi pertahanan-keamanan. Ia menyebut, fenomena personel bersenjata yang meninggalkan tugas lalu bergabung dengan militer atau milisi negara lain bukan kali pertama terjadi.

“Fenomena prajurit desersi dan bergabung dengan milisi negara lain maupun PMC (private military company) bukan yang pertama kali terjadi. Tahun kemarin ada desertir TNI yang juga bergabung ke militer Rusia. Fenomena ini bukan hanya indikasi adanya problem disiplin personel tetapi menyangkut marwah institusi negara yakni Polri,” ujarnya.

Polda Aceh Ungkap Rekam Jejak Pelanggaran Kode Etik

Sebelumnya, Polda Aceh membeberkan rekam jejak Bripda Muhammad Rio, yang menjadi sorotan setelah diketahui bergabung dengan angkatan bersenjata asing. Polisi menyebut Rio memiliki catatan panjang pelanggaran kode etik di internal kepolisian sebelum akhirnya meninggalkan dinas.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, tindakan Rio bergabung dengan angkatan bersenjata asing dilakukan tanpa sepengetahuan pimpinan.

Joko menjelaskan, jauh sebelum berangkat ke luar negeri, Rio beberapa kali menjalani Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Riwayat pelanggarannya, kata Joko, meliputi kasus perselingkuhan, nikah siri, hingga absen tanpa keterangan.

“Yang bersangkutan pernah menjalani sidang kode etik dan dijatuhi sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun di Yanma Brimob Polda Aceh,” kata Joko, Sabtu (17/1).

Kronologi Desersi dan Keberangkatan

Meski tengah menjalani sanksi, Rio disebut masih berstatus anggota Polri aktif. Namun, sejak Senin, 8 Desember 2025, Rio tidak lagi masuk kantor tanpa kabar. Upaya pencarian ke rumah orang tua dan rumah pribadinya tidak membuahkan hasil.

Polda Aceh kemudian melayangkan dua surat panggilan resmi pada akhir Desember 2025 dan awal Januari 2026, tetapi tidak ada respons dari Rio.

Dalam perkembangan berikutnya, Rio diklaim mengirim pesan melalui WhatsApp kepada rekan-rekannya di Satbrimob dan Provos. Pesan tersebut berisi foto dan video dokumentasi proses pendaftarannya sebagai tentara bayaran di Rusia, termasuk informasi nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel.

Berdasarkan penelusuran data manifes penerbangan, Rio terdeteksi meninggalkan Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 18 Desember 2025 dengan tujuan Shanghai, Tiongkok. Sehari kemudian, ia tercatat melanjutkan penerbangan menuju Haikou Meilan.

Dijatuhi PTDH, Ditetapkan DPO

Merespons tindakan desersi dan dugaan keterlibatan Rio dengan militer asing, Satbrimob Polda Aceh menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) pada Januari 2026. Polda Aceh juga menggelar Sidang KKEP secara in absentia.

“Putusan sidang menetapkan sanksi administratif berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” tegas Joko.

Secara akumulatif, Rio tercatat telah menjalani tiga kali sidang KKEP sebelum akhirnya dijatuhi sanksi pemecatan. Polisi menyebut telah mengantongi sejumlah bukti, termasuk data paspor, foto, serta manifes pesawat yang digunakan Rio. (Z-10)

Read Entire Article