SP3 Eggi Sudjana Bukti Transformasi KUHP Baru 

11 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
SP3 Eggi Sudjana Bukti Transformasi KUHP Baru  Penghentian penyidikan (SP3) terhadap Eggi Sudjana(Dok. MI)

ANGGOTA Komisi III DPR RI Soedeson Tendra menilai penghentian penyidikan (SP3) terhadap Eggi Sudjana merupakan cerminan keberhasilan penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan KUHAP yang baru. 

Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan perubahan mendasar dalam filosofi hukum pidana nasional yang kini tidak lagi bertumpu pada pendekatan pembalasan, melainkan mengedepankan keadilan restoratif.

Soedeson menjelaskan, KUHP baru secara tegas menggeser paradigma penegakan hukum dari retributif menuju restoratif. Dalam konteks perkara Eggi Sudjana, ia menilai syarat-syarat keadilan restoratif telah terpenuhi, sehingga negara tidak lagi memiliki kepentingan untuk melanjutkan proses hukum.

"Ini kan justru suatu keberhasilan dari KUHP. KUHP yang baru dan KUHAP yang baru. Ya, KUHP baru kita itu filosofinya sudah berubah dari retributif menjadi restorasi," kata Soedeson saat dihubungi, Minggu (18/1). 

Ia menyinggung fakta, Eggi Sudjana telah bertemu dengan Presiden ke-7 Joko Widodo dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Menurut Soedeson, langkah tersebut menandakan telah terjadinya perdamaian antara pihak-pihak yang bersangkutan.

"Kalau kita melihat kasusnya Eggi Sudjana di mana yang bersangkutan kan sudah bertemu dengan Bapak Jokowi sudah meminta maaf. Maka negara sebenarnya sudah tidak ada urusan lagi, para pihak sudah berdamai," ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, lanjut Soedeson, mekanisme SP3 justru menjadi pilihan paling rasional dan sesuai dengan semangat KUHP baru. Ia menilai korban telah memperoleh pemulihan harkat dan martabat, sementara tidak ada lagi tuntutan yang perlu diselesaikan melalui jalur pidana.

"Maka lebih baik itu dilakukan mekanisme SP3. Dalam posisi ini korban sudah mendapatkan pemulihan harkat martabatnya, korban sudah bersedia berdamai, tidak ada lagi tuntutan. Maka negara tidak ada lagi urusan dengan kasus ini," tuturnya.

Soedeson menegaskan, mekanisme tersebut secara eksplisit telah diatur dalam KUHP yang baru, yang membuka ruang luas bagi penerapan keadilan restoratif dalam penanganan perkara pidana tertentu. Ia bahkan menyebut penerapan SP3 dalam kasus ini sebagai capaian penting dalam reformasi hukum pidana nasional.

"Dan KUHP kemudian memberikan peluang untuk bagaimana mekanisme restoratif itu dijalankan. Maka ini justru prestasi luar biasa," jelasnya. 

Menanggapi kekhawatiran publik terkait potensi penyalahgunaan kewenangan aparat penegak hukum dalam menerapkan KUHP dan KUHAP baru, Soedeson memastikan DPR memiliki fungsi pengawasan yang jelas. 

Ia menekankan bahwa mekanisme pengawasan telah diatur dalam Undang-Undang Dasar serta Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).

"Pengawasan itu kan sudah ada di dalam ketentuan Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang MD3. Di mana kita mempunyai kewenangan untuk mengawasi. Kalau terjadi penyalahgunaan pasti kita akan bereaksi," jelasnya. 

Menyoal perlunya aturan turunan untuk memperketat pengawasan terhadap penerbitan SP3, Soedeson berpandangan hal tersebut tidak diperlukan. Menurutnya, ketentuan yang ada saat ini sudah cukup jelas dan tidak perlu ditambah regulasi baru yang justru berpotensi menimbulkan kerancuan.

"Aturan itu kan sudah jelas. Jangan lagi ditambah aturan, barang yang sudah jelas menjadi tidak jelas. Karena perkembangan di masyarakat itu dinamis, sementara aturan bersifat kaku. Jangan sampai aturan yang baru malah membuat barang yang jelas menjadi tidak jelas," pungkasnya. (Z-10)

Read Entire Article