Child Grooming bukan Cinta, tapi Kekerasan yang Dirancang

10 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Child Grooming bukan Cinta, tapi Kekerasan yang Dirancang Aurelie Moeremans mendadak jadi sorotan setelah merilis memoar Broken Strings yang membongkar pengalaman traumatisnya sebagai korban child grooming.(Dok. Unesa)

AKTRIS Aurelie Moeremans mendadak jadi sorotan setelah merilis memoar Broken Strings yang membongkar pengalaman traumatisnya sebagai korban child grooming. Mengutip Media Indonesia, buku yang rilis 10 Oktober 2025 itu viral karena mengungkap bagaimana seorang pria dewasa berpengaruh diduga membangun kontrol lewat manipulasi yang dibungkus “kedekatan”.

Mengenali Pola Child Grooming: Halus, Sistematis, dan Mengikat

Psikiater Lahargo Sportmono, menjelaskan, child grooming adalah strategi manipulatif orang dewasa untuk membangun ikatan emosional dengan anak/remaja demi tujuan eksploitasi. Polanya jarang meledak di awal, justru pelan, rapi, dan konsisten, membuat korban sering tak sadar sedang diarahkan ke hubungan yang tidak sehat.

Ciri-ciri yang kerap muncul:

  • Perhatian berlebih dan intens, seolah “paling mengerti”.
  • Hadiah atau bantuan rahasia, yang kemudian jadi “utang emosional”.
  • Isolasi sosial, menjauhkan korban dari teman/keluarga.

Pelaku memosisikan diri sebagai mentor/pelindung spesial, menciptakan ilusi “hubungan unik” yang terasa sah secara emosional.

Dampak Psikologis

Mengutip UNESA Science Education, kisah Aurelie menyorot dampak yang tidak selesai dalam semalam, trauma berkepanjangan dan rasa bersalah yang sering, dan keliru, ditanggung korban. Remaja perempuan disebut rentan karena berada dalam fase pencarian jati diri, sehingga mudah “dikunci” lewat validasi emosional semu.

Buku ini sekaligus jadi alarm bagi orang tua, waspadai perubahan pada anak, seperti mendadak tertutup, mudah defensif, atau terlalu intens berhubungan dengan orang dewasa tertentu. Para ahli menegaskan, grooming bukan “romansa beda usia”, ini kekerasan yang dirancang, dengan pola kontrol yang bertahap.

Efek Domino

Lewat Broken Strings, Aurelie diharapkan ikut memutus stigma yang selama ini sering menyudutkan korban dalam kasus pelecehan. Keputusan membagikan pengalaman traumatisnya dipandang sebagai langkah berani untuk mendorong publik lebih peka terhadap keselamatan anak, baik di ruang nyata maupun digital.

Hingga kini, diskusi soal buku tersebut terus meluas di media sosial dan memicu lebih banyak penyintas untuk berani bersuara. Di tengah predator yang makin adaptif, kesadaran kolektif jadi benteng pertama. (Media Indonesia; UNESA Science Education; Instagram @aurelie/Z-10)

Read Entire Article