Ilustrasi(freepik)
PENGGUNAAN rokok elektrik atau vape terus meningkat di sejumlah negara, tetapi data kesehatan terbaru dari lembaga penelitian dan otoritas medis internasional menguatkan bahwa produk ini membawa risiko kesehatan nyata, bukan hanya sekadar “lebih aman dari rokok biasa”.
Risiko Paru dan Penyakit Kronis
Analisis data medis pada hampir 250.000 orang yang dipimpin oleh Johns Hopkins Medicine menemukan bahwa pengguna e-cigarette secara eksklusif memiliki peningkatan risiko penyakit paru obstruktif kronis (COPD) dibandingkan bukan pengguna. Temuan ini muncul setelah evaluasi empat tahun, sekaligus menunjukkan kemungkinan kenaikan tekanan darah pada kelompok usia 30-70 tahun.
Selain itu, penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa aerosol dari vape mengandung zat berbahaya seperti partikel halus, logam berat, dan senyawa organik volatil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan merusak jaringan.
Ancaman Jantung dan Pembuluh Darah
Meta-analisis besar yang melibatkan jutaan data peserta di berbagai studi menunjukkan bahwa pengguna vape tetap menghadapi risiko serangan jantung yang lebih tinggi dibanding bukan pengguna, bahkan setelah mempertimbangkan riwayat merokok sebelumnya. Temuan ini menantang anggapan umum bahwa vaping aman sebagai cara berhenti merokok.
Studi lain juga mengaitkan penggunaan vape dengan fungsi pembuluh darah yang terganggu, yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular jangka panjang.
Dampak pada Anak dan Remaja
CDC (Centers for Disease Control and Prevention) AS secara tegas menyatakan bahwa nikotin dalam e-cigarette sangat berbahaya bagi perkembangan otak pada remaja dan dapat memicu kecanduan lebih cepat dibandingkan usia dewasa. Menurut CDC, penggunaan vape di kalangan anak muda juga dapat meningkatkan kemungkinan merokok di masa depan.
Penelitian longitudinal juga menunjukkan bahwa remaja yang menggunakan e-cigarette memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami gejala pernapasan seperti wheezing dan sesak napas dibanding bukan pengguna.
Bahan Kimia dan Efek Toksik
Berbagai studi laboratorium mengungkapkan bahwa cairan dan uap yang dihasilkan vape tidak hanya mengandung nikotin, tetapi juga zat kimia beracun yang bisa menyebabkan iritasi dan kerusakan jaringan paru. Meskipun beberapa produk mengandung bahan yang aman untuk dikonsumsi secara oral, pemanasan dan penghirupan melalui paru-paru dapat menghasilkan senyawa berbahaya.
Kesimpulan Oturitas Kesehatan
Para ahli kesehatan dari CDC hingga American Heart Association sepakat bahwa tidak ada produk rokok elektrik yang benar-benar aman, terutama bagi anak muda dan non-perokok. Meskipun beberapa data menunjukkan bahwa vaping mungkin mengandung lebih sedikit bahan berbahaya dibandingkan rokok tradisional, itu tidak sama dengan bebas risiko.
Sumber: Johns Hopkins Medicine, News Medical, Universitas of York

1 day ago
3





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)




English (US) ·