KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengungkapkan survei pengalaman hidup perempuan nasional Indonesia menunjukan 54 persen dari total 136 juta perempuan menikah di Indonesia pernah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Asisten Deputi Perumusan dan Koordinasi Kebijakan bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA Margareth Robin memaparkan dari persentase 54 itu, 49,95 persen di antaranya merupakan kekerasan fisik.
"Jadi kekerasan terhadap perempuan memang masih menjadi mimpi buruk," kata dia dalam acara 16 Hari Antri Kekerasan terhadap Perempuan di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Indonesia, Jakarta, pada Kamis, 20 November 2025.
Margareth mengatakan data kekerasan tersebut merupakan data yang dihimpun Kementerian dari relawan perempuan di setiap desa. Ia menuturkan angka kekerasan fisik dan KDRT terhadap perempuan cenderung naik setiap tahunnya. Pada 2024, perempuan yang mengalami kekerasan naik menjadi 12 ribu dari tahun sebelumnya 11 ribu dan sekitar 10 ribu korban pada 2021.
"Kami pastinya prihatin dan mengutuk keras apa yang dialami oleh perempuan dan anak sebagai kelompok rentan," tutur dia.
Selain perempuan, laporan yang masuk ke Kementerian PPPA melalui laman pengaduan Simpfoni juga mengungkap 14,04 persen anak menjadi korban kekerasan KDRT dan 45,44 persen anak pernah mengalami kekerasan seksual. Margareth menyebut angka-angka tersebut hanya sebagian kecil dari kasus kekerasan yang sebetulnya terjadi pada perempuan dan anak di Indonesia.
Ia menjelaskan, berdasarkan survei pengalaman hidup perempuan nasional pada 2024, diperkirakan masih ada 6,2 juta perempuan yang mengalami kekerasan namun tidak berani melapor. Margareth menyatakan hanya 0,19 persen perempuan korban kekerasan yang melaporkan kasusnya.
Artinya, sebanyak 99,81 persen korban memilih diam dengan berbagai alasan. "Bisa jadi korban sendiri jijik, malu, tidak berani menceritakan kasusnya karena merupakan aib, atau takut jadi bahan gunjingan," kata Margareth.

1 month ago
10





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)




English (US) ·