Pemasangan bendera hitam sebagai tanda gelombang tinggi berlangsung di perairan utara Jawa Tengah.(MI/Akhmad Safuan)
GELOMBANG tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan dan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah Minggu (18/1), aktivitas pelayaran di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih lumpuh dan bendera hitam dikibarkan sebagai tanda waspada untuk nelayan.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (18/1) ribuan kapal nelayan masih bersandar di pelabuhan perikanan dan muara sungai di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, ribuan memiluh berhenti melaut karena gelombang tinggi disertai hujan dan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah.
Bendera hitam juga masih berkibar di sejumlah sudut pantai sebagai tanda berbahaya bagi aktivitas pelayaran terutama perahu dan kapal nelayan berukuran kecil dan sedang, bagian Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di sejumlah daerah mengeluarkan peringatan agar menunda aktivitas melaut akibat gelombang tinggi tersebut.
Tidak hanya ribuan kapal nelayan berhenti melaut, sejumlah aktivitas pelayaran seperti penyeberangan antar pulau Jepara-Karimunjawa maupunnkapal layar motor (KLM) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang - Kalimantan juga sudah sepekan lebih terhenti akibat gelombang tinggi disertai hujan badai tersebut.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Sediyanto mengatakan gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini, sehingga diminta warga beraktivitas di laut untuk waspada karena sangat berisiko terhadap aktivitas pelayaran.m terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot.
"Selain air laut pasang (rob), gelombang tinggi sebagai dampak adanya bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Tengah masih berlangsung," ujar Sediyanto.
Ketua HNSI Kabupaten Batang Teguh Tarmujo mengatakan puncak musim baratan tengah berlangsung dalam beberapa hari terakhir dan diperkirakan akan terus terjadi hingga Februari 2026, sehingga kondisi di perairan menjadi sangat berbahaya bagi aktivitas nelayan untuk menangkap ikan.
“Saat ini ombak di laut terlihat sangat besar, keselamatan nelayan adalah yang utama, maka kami meminta agar mereka tidak melaut sementara waktu,” kata Teguh Tarmujo.
Menurut Teguh Tarmujo dngan ketinggian gelombang mencapai 1,25-2,5 meter bagian di bagian tengah dapat diatas 3 meter, sangat berisiko bagi nelayan saat melaut, apalagi gelombang disertai hujan badai yang dapat menerjang kapal dan perahu hibgga terbalik atau pecah."Bendera hitam dipasang sebagai tanda berbahaya di perairan," imbuhnya.
Sementara itu Perwira Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Jepara Api Binowo, mengungkapkan berdasarkan pantauan lapangan, tinggi gelombang sudah melampaui ambang aman untuk pelayaran, sehingga menghindari terjadinya musibah di laut untuk sementara aktivitas penyeberangan dihentikan.
Ketinggian di atas 2 meter, kata Api Binowo, tidak cukup aman bagi penyeberangan Jepara-Karimunjawa, terutama pada kapal dengan ketinggian lambung dibawah ketinggian gelombang tersebut. "Peringatan ini tidak hanya ditujukan bagi kapal penyeberangan, tetapi juga bagi seluruh aktivitas pelayaran," tambahnya. (H-2)

11 hours ago
1





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)




English (US) ·