Geger! Turis Kaya Bayar Rp1,6 M untuk Berburu dan Tembaki Manusia

1 month ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Jaksa di Milan, Italia, memulai penyelidikan mengejutkan terkait dugaan adanya "turis penembak jitu" kaya raya, yang membayar hingga 100.000 euro atau setara Rp1,6 miliar, untuk menembaki warga sipil selama Pengepungan Sarajevo pada 1990-an. Klaim keji ini menyebut para turis bahkan membayar lebih mahal untuk menargetkan anak-anak, dalam apa yang kini dijuluki sebagai "safari manusia".

Penyelidikan dipicu oleh laporan jurnalis Italia, Ezio Gavazzeni, yang mengaku menemukan bukti bahwa milisi Serbia Bosnia menyediakan akses khusus bagi orang asing kaya untuk mencoba "pengalaman menembak" dari bukit-bukit Sarajevo. Menurutnya, para peserta bukan kombatan atau individu bermotivasi politik, melainkan murni pecinta senjata yang membeli sensasi ekstrem.

"Tidak ada motivasi politik atau agama," ujar Gavazzeni, seperti dikutip Anadolu Agency, Kamis (20/11/2025).

"Mereka adalah orang-orang kaya yang pergi ke sana untuk bersenang-senang dan kepuasan pribadi," tambahnya.

Dalam laporannya, Gavazzeni menyebut turis-turis tersebut berasal dari berbagai negara Barat dan diduga berangkat dari kota Trieste setiap akhir pekan menuju posisi sniper di Sarajevo. Para peserta disebut membayar antara 80.000 euro hingga 100.000 euro (sekitar Rp1,36 miliar hingga Rp1,7 miliar) untuk ikut dalam "perburuan manusia", dengan tarif berbeda bergantung pada jenis target.

Jaksa Milan Alessandro Gobbis telah membuka berkas perkara dengan dakwaan pembunuhan berencana yang dilakukan dengan kekejaman dan motif rendah. Sejumlah warga Italia dari Milan, Turin, dan Trieste disebut tengah diidentifikasi, termasuk seorang pemilik klinik kosmetik.

Sementara itu, Konsulat Bosnia di Milan menegaskan dukungan penuh atas penyelidikan tersebut. "Kami tidak sabar untuk mengungkap kebenaran tentang kasus yang begitu kejam ini demi menutup lembaran sejarah," ujar juru bicara konsulat.

Pengepungan Sarajevo, yang berlangsung antara 1992 hingga 1996, menyebabkan lebih dari 11.000 warga sipil tewas, termasuk lebih dari 1.600 anak. Tuduhan bahwa sebagian dari korban itu jatuh akibat aksi "turis penembak jitu" memperunyam luka sejarah yang sudah mendalam.

Pihak kejaksaan kini fokus mengidentifikasi pelaku serta memverifikasi bukti yang dikumpulkan dari mantan intelijen Bosnia dan kesaksian bekas anggota milisi Serbia. Jika terbukti, kasus ini berpotensi membuka salah satu praktik kejahatan perang paling keji yang pernah menyeruak setelah Perang Balkan.

(tfa/șef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article