Ilustrasi(Dok Istimewa)
BENCANA banjir akibat meluapnya Sungai Bremi dan cuaca ekstrem di Pekalongan mengakibat 4 kecamatan terendam dan 8.692 keluarga terdampak serta 972 jiwa terpaksa mengungsi, jalur kereta api terendam hingga mengganggu sejumlah perjalanan kereta api.
Pemantauan Media Indonesia Sabtu (17/1) hujan lebat mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah mengakibat volume air di Sungai Bremi, Pekalongan meningkat drastis dan meluber serta membanjiri 4 kecamatan yakni Kecamatan Pekalongan Timur, Barat, Selatan, dan Utara, Kota Pekalongan.
Banjir dengan ketinggian 30-100 centimeter semakin meninggi akibat curah hujan yang tinggi pada Jumat (16/1) pukul 19.30 WIB hingga Sabtu (17/1) dini hari pukul 03.00 WIB, tidak hanya merendam sejumlah ruas jalan utama di Kota Pekalongan,tetapi juga merendam ribuan rumah warga serta rel kereta api rel petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi.
Berdasarkan data akibat banjir merendam rel kereta api tersebut, setidaknya ada 7 kereta api yang tertahan di sejumlah stasiun yakni KA Jayabaya, KA Harina, KA Argo Anjasmoro, KA Tawangjaya premium, KA Plambangan, KA Kertajaya dan KA Dharmawangsa, karena belum dapat melintas jalur rel yangvterendam banjir.
Selain itu ada sejumlah perjalanan kereta api yang harus dialihkan atau memutar yakni KA 30F (Anjasmoro) memutar via Tegal - Prupuk - Kroya - Solobalapan - Gundih - Gambringan, KA 92 (Jayabaya) memutar via Tegal - Prupuk - Kroya - Solobalapan - Gundih - Gambringan, KA 96 (Harina) memutar via Tegal - Prupuk - Kroya - Solobalapan - Gundih - Gambringan dan KA 197 (Kamandaka) memutar via Semarang Tawang - Brumbung - Gundih - Solobalapan - Kroya - Cilacap..
"Hibgga sore ini, sedikitnya 8.692 keluarga di 4 kecamatan terdampak dan 972 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir merendam ribuan rumah," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto.
Menurut Budi Suheryanto kondisi terparah akibat cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir yakni selatan Kota Pekalongan yang menyebabkan daya tampung daerah aliran sungai (DAS) penuh hingga air meluap ke wilayah perkotaan yang berada di dataran rendah.
Selain merendam ribuan rumah warga, ungkap Budi Suheryanto, banjir juga merendam sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Progo, Jalan Slamet, Jalan Majapahit, Jalan Cempaka, Jalan Semarang, Jalan Blimbing, Jalan Jlamprang, kawasan Pabean, Kampung Baru Tirto, hingga Jalan Singosari.
Sebagai langkah penanganan warga terdampak, demikian Budi Suheryanto, pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan relawan membuka sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di beberapa titik, antara lain Aula Kecamatan Pekalongan Barat, masjid dan musala di wilayah Tirto dan Podosugih, SD Negeri Tirto 03, serta sejumlah bangunan fasilitas umum lainnya.
"Saat ini kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian adalah obat-obatan, balsem, minyak kayu putih, salep, selimut, serta popok bayi dan dewasa," ujar Budi Suheryanto. (H-2)

1 day ago
1





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)




English (US) ·