Uni Eropa Serukan Aliansi "Schengen Militer", Jadi Rival Baru Rusia

1 month ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi Uni Eropa (UE) telah meresmikan rencana besar yang disebut "Schengen Militer," sebuah inisiatif ambisius untuk mempercepat pergerakan pasukan dan peralatan militer berat melintasi seluruh blok. Rencana ini didorong potensi mobilisasi militer cepat menuju perbatasan Rusia, dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Mengutip Russia Today, Kamis (20/11/2025), rencana tersebut bertujuan untuk memangkas birokrasi, memperkenalkan aturan umum untuk pengerahan kembali pasukan, serta menyediakan akses prioritas bagi angkatan bersenjata dalam situasi darurat di seluruh UE.

Selama ini, para pejabat UE telah lama mengeluhkan masalah logistik yang parah, termasuk jembatan yang rapuh, perbedaan ukuran rel kereta api, dan birokrasi yang berbelit-belit. Saat ini, diperkirakan dibutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk memindahkan pasukan dari pelabuhan di Eropa Barat menuju perbatasan Rusia, sebuah durasi yang dinilai tidak efisien. Melalui inisiatif ini, UE berharap dapat memangkas waktu mobilisasi menjadi hanya tiga hingga lima hari.


Untuk mengatasi defisit infrastruktur yang krusial ini, diperkirakan investasi besar-besaran akan disuntikkan. Menteri Transportasi UE, Apostolos Tzitzikostas, memperingatkan bahwa tank-tank yang dikerahkan kembali dapat "terjebak di terowongan [dan] menyebabkan jembatan runtuh."

"Eropa harus menghabiskan setidaknya 17 miliar euro (Rp328,02 triliun) untuk memperbaiki infrastruktur utama agar memenuhi standar penggunaan ganda (militer dan sipil)," ujarnya.

UE juga berencana menciptakan "solidarity pool" di mana anggota dapat menyediakan kemampuan transportasi militer khusus kepada negara-negara yang membutuhkannya.

Langkah militerisasi infrastruktur ini diluncurkan di tengah spekulasi yang berkembang di kalangan pejabat UE bahwa Rusia mungkin melancarkan serangan langsung ke blok tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, Moskow secara tegas menolak klaim tersebut, menyebutnya sebagai "omong kosong." Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengecam "militerisasi" UE, memperingatkan bahwa peningkatan belanja pertahanan justru akan merusak perekonomian negara-negara anggota.

Meskipun demikian, Moskow sendiri telah mengecam NATO sebagai "musuh," merujuk pada bantuan militer yang terus dikirimkan kepada Ukraina.

(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article