Talent Academy 2025 yang digelar Gerbangtara Hub di Kantor Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan(dok. Gerbangtara)
PUNCAK Talent Academy 2025 yang digelar Gerbangtara Hub di Kantor Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, menghadirkan satu pesan besar yang mengemuka: pemberdayaan pemuda bukan hanya program, melainkan fondasi utama bagi transformasi sosial dan ekonomi Kalimantan Timur. Melalui rangkaian pelatihan, kolaborasi, dan jejaring multipihak, Talent Academy menegaskan bahwa perubahan berkelanjutan hanya mungkin terwujud ketika anak muda diberi ruang untuk tumbuh dan memimpin.
Sebagai ruang belajar dan inkubasi ide, Gerbangtara Hub berkembang menjadi pusat penguatan kapasitas pemuda di Balikpapan dan Kalimantan Timur. Di bawah konsorsium Gerbangtara dan Yayasan Gerbang Kolaborasi Nusantara, hub yang berlokasi di Gunung Bahagia ini menghadirkan ekosistem kreatif yang menempatkan anak muda sebagai motor inovasi sosial, penggerak literasi digital, dan agen kolaborasi komunitas.
Tagline “Inklusif dalam Ilmu, Kolektif dalam Dampak” bukan sekadar slogan; ia menjadi prinsip kerja yang mendorong pemuda untuk tidak hanya menyerap pengetahuan, tetapi juga memanfaatkannya untuk menghasilkan dampak nyata. Melalui Talent Academy, para peserta bertemu mentor, praktisi industri, aktivis sosial, hingga tokoh masyarakat, membuka dialog lintas sektor yang penting bagi pembangunan daerah.
Asdep Transformasi Kepramukaan, Organisasi dan Komunitas Pemuda (TKOKP) Kemenpora Hendro Wicaksono menegaskan pentingnya ekosistem kolaboratif tersebut.
“Pendekatan hexahelix menjadi kunci pembangunan kepemudaan yang inklusif. Pemerintah, akademisi, komunitas, media, pelaku usaha hingga sektor finansial perlu bergerak dalam satu irama untuk memperkuat implementasi Asta Cita Presiden,” kata Hendro dalam keterangan yang diterima, Kamis (20/11).
Selama satu bulan penyelenggaraan, peserta Talent Academy mengikuti rangkaian talkshow, diskusi panel, story sharing, hingga workshop aplikatif. Materi-materi tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan, penguatan ekonomi keluarga, kesiapan menghadapi ekonomi digital, serta pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan.
Direktur Pemberdayaan OIKN, Conrita, menegaskan peran krusial generasi muda. “Pembangunan Nusantara bukan sekadar infrastruktur, tetapi pembangunan manusianya. Kreativitas dan kesiapan pemuda Kalimantan Timur menjadi modal penting menghadapi transformasi besar ini.”
Pada puncak perayaan, para peserta mempresentasikan karya dan proyek advokasi mereka, sekaligus menampilkan kisah perubahan yang mereka inisiasi. Ketua Yayasan Gerbang Kolaborasi Nusantara, Aie Natasha, menegaskan kembali komitmen lembaga dalam memperkuat ekosistem kepemudaan.
“Kami percaya pemuda yang berdaya adalah pemuda yang mampu memberdayakan masyarakat. Melalui Talent Academy, kami ingin anak muda tidak hanya bertumbuh, tetapi juga menumbuhkan perubahan di sekeliling mereka,” ujarnya. (P-4)

1 month ago
12





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·