Susu sebagai komponen pelengkap gizi dalam program MBG.(Antara)
PEMERINTAH menempatkan susu sebagai salah satu komponen utama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain memenuhi kebutuhan gizi harian anak sekolah, keberadaan susu diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan makan sehat sejak dini serta memperkuat fondasi tumbuh kembang generasi muda.
Guru Besar Ilmu dan Teknologi Susu Fakultas Peternakan IPB University sekaligus Tim Pakar Bidang Susu Badan Gizi Nasional (BGN), Epi Taufik, menegaskan bahwa keputusan memasukkan susu ke dalam MBG lahir dari landasan ilmiah yang kuat, bukan sekadar pilihan praktis. Ia menyebut bahwa seluruh pedoman gizi global, termasuk Malaysia, Jepang, China, serta panduan Isi Piringku Kemenkes dan prinsip B2SA dari Bapanas, sama-sama menempatkan susu sebagai bagian penting konsumsi harian.
“Susu merupakan paket gizi lengkap yang mengandung 13 zat gizi esensial seperti protein, kalsium, dan vitamin D. Kandungan ini sangat penting bagi anak usia sekolah untuk mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, dan imunitas tubuh,” ujar Epi.
Epi menjelaskan bahwa usia 9-12 tahun adalah periode percepatan pertumbuhan (peak growth velocity), sehingga kebutuhan energi dan kalsium meningkat signifikan. “Kalsium dari makanan harian biasanya hanya memenuhi 7%-12% kebutuhan harian. Tambahan dari susu membantu menutup kekurangan itu agar pertumbuhan anak optimal,” paparnya.
Di tengah pelaksanaan program, muncul polemik tentang komposisi susu MBG yang pada label tertulis mengandung 30% susu. Beberapa warganet mempertanyakan alasan pemerintah tidak memberikan susu segar langsung. Epi menepis anggapan keliru tersebut.
Ia menjelaskan bahwa susu segar secara alami mengandung 88% air dan sekitar 12% bahan kering, sehingga angka komposisi sering disalahpahami. “Susu sapi segar, terutama dari sapi Frisian Holstein (FH), juga susu kambing, bahkan ASI, kandungan utamanya tetap air,” jelasnya.
Epi menegaskan bahwa susu MBG telah dirancang sesuai spesifikasi BGN dan Peraturan BPOM No. 13/2023 tentang Susu Lemak Penuh Rekombinasi. Produk tersebut menggunakan bahan baku susu segar minimal 20 persen dan padatan susu tambahan untuk memastikan nilai gizinya setara susu segar.
“Kandungan kalsium tidak kurang dari 15% daily value, kadar lemak minimal 3%, protein minimal 2,7%, serta karbohidrat dan mineral minimal 7,8%,” terangnya.
Ia memastikan bahwa meski menggunakan 20% susu segar, nilai gizi susu MBG tetap terjaga. “Bukan berarti kalau susu segarnya 20% lalu sisanya hanya air,” ujarnya. Yang terpenting, lanjutnya, kandungan lemak, protein, laktosa, dan mineral pada susu MBG telah setara dengan susu segar.
Selain sisi kesehatan, keberadaan susu dalam MBG juga memberikan dampak ekonomi. Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyebut bahwa ketentuan minimal 20% kandungan susu segar pada produk MBG membuka pasar baru bagi peternak lokal.
“Susu dalam MBG bukan hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga menghidupkan ekonomi desa. Peternak lokal kini memiliki pasar yang stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari 8 Program Hasil Terbaik Cepat pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk penyediaan makan siang dan susu gratis bagi siswa sekolah dan santri.
“MBG bukan sekadar program gizi, tapi wujud nyata janji pemerintah untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas. Setiap gelas susu yang diminum anak-anak sekolah adalah investasi masa depan bangsa,” tegas Hida.
BGN menegaskan komitmennya untuk menjaga prinsip gizi seimbang, transparansi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Selain mendorong perbaikan nutrisi dan menurunkan stunting, program ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat berbasis pangan lokal.
“Susu dalam MBG adalah simbol sederhana dari perubahan besar, dari kebijakan gizi menjadi gerakan nasional untuk mencerdaskan bangsa,” tutup Hida. (Z-10)

1 month ago
11





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·