Ilustrasi(ANTARA/SULTHONY HASANUDDIN)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan berintensitas lebat hingga ekstrem melanda beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan tinggi tercatat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jabodetabek, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kalimantan Tengah, hingga Nusa Tenggara Barat. Peningkatan ini dipicu kombinasi fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal yang secara bersamaan menguat.
BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer saat ini berada pada fase yang mendukung pembentukan awan hujan. Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat dalam kondisi negatif sehingga meningkatkan potensi hujan di wilayah Indonesia bagian barat.
"Di saat yang sama, sirkulasi siklonik yang bertahan cukup lama di perairan selatan Jawa ikut memperkuat intensitas hujan di sebagian besar wilayah Jawa," ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Jumat (21/11).
Aktivitas gelombang atmosfer di berbagai wilayah Nusantara juga terbilang tinggi. Ditambah dengan kelembapan udara yang meningkat serta kondisi atmosfer yang labil, kombinasi faktor tersebut memicu hujan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
BMKG memprakirakan pola atmosfer yang sama masih akan berlangsung hingga sepekan mendatang. Data Dipole Mode Index (DMI) menunjukkan nilai −0.99 yang berperan dalam pembentukan awan hujan di pesisir barat Sumatra. Kondisi La Nina lemah, tercermin dari indeks Nino 3.4 relatif −0.95 dan Southern Oscillation Index (SOI) +15.9, diperkirakan meningkatkan potensi hujan di kawasan timur Indonesia.
Penguatan Monsun Asia, yang ditandai dengan peningkatan signifikan indeks WNPMI serta dominasi angin baratan di sejumlah wilayah, turut memperbesar suplai uap air dari Samudra Hindia. Hal tersebut memicu pembentukan awan hujan di banyak wilayah Indonesia.
Selain itu, Madden–Julian Oscillation (MJO) diprediksi berada pada fase 6 atau kawasan Western Pacific. Meski begitu, secara spasial, pengaruhnya diperkirakan terasa di sebagian wilayah Sumatra dan utara Kalimantan.
Kombinasi MJO dengan Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga diprediksi aktif pada periode yang sama, terutama di Samudra Hindia barat Aceh, Aceh, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta Maluku bagian selatan.
Sementara itu, Siklon Tropis FINA yang berpusat di Laut Arafura selatan Pulau Tanimbar diperkirakan mengalami penguatan dan bergerak menjauhi Indonesia. Pergerakan ini akan mengurangi intensitas hujan di Nusa Tenggara Timur, meski gelombang tinggi hingga empat meter masih berpotensi terjadi di Laut Arafura bagian barat dan tengah dalam 24 jam ke depan.
BMKG merilis prospek cuaca sepekan ke depan sebagai berikut:
Periode 21–23 November 2025
Cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia didominasi berawan hingga hujan ringan. Hujan intensitas sedang perlu diwaspadai di Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.
Untuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat, wilayah yang berisiko ialah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Maluku.
Periode 24–27 November 2025
Kondisi umumnya tetap berawan hingga hujan ringan. Hujan intensitas sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.
Wilayah kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan. Sementara potensi angin kencang diperkirakan terjadi di NTT dan Maluku.
Melihat kondisi atmosfer yang dinamis, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Cuaca ekstrem berpotensi memicu genangan, banjir, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas harian dan transportasi.
Masyarakat juga diminta menghindari area terbuka saat terjadi hujan disertai petir atau angin kencang, serta waspada terhadap pohon dan bangunan yang rapuh. Informasi cuaca terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web, media sosial @infobmkg, dan aplikasi InfoBMKG. (H-2)

1 month ago
12





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·