Tim SAR Gabungan pesawat hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan.(Mi/Lina Herlina)
SEJUMLAH serpihan yang diduga berasal dari pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dilaporkan ditemukan oleh pendaki di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan pergerakan tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD menuju lokasi pada Sabtu (17/1) malam untuk melakukan pengecekan dan verifikasi awal.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko membenarkan adanya temuan tersebut usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kepala Komite Nasional Keamanan Transportasi (KNKT).
“Alhamdulillah, ada kabar yang mudah-mudahan membawa pencerahan. Seorang pendaki di Gunung Bulusaraung menemukan beberapa serpihan dan kertas. Barang bukti itu sudah dibawa ke Desa Topogul dan kini diamankan di Polres Pangkep untuk diverifikasi lebih lanjut,” ujar Bangun.
Menurutnya, serpihan yang diduga bagian dari pesawat ATR tersebut akan segera diperiksa untuk memastikan keterkaitannya dengan pesawat yang dilaporkan hilang. Sementara itu, KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) telah mengonfirmasi bahwa tiga orang yang berada di dalam pesawat merupakan personel mereka.
Sebagai tindak lanjut, tim gabungan yang melibatkan TNI AD, TNI AU termasuk Paskhas, Basarnas, Polri, serta BPBD diberangkatkan malam itu juga. Mereka akan mendirikan posko sementara di Tompobulu, Pangkep, sebelum bergerak ke titik temuan yang diperkirakan berjarak sekitar satu jam perjalanan.
“Besok pagi, pada kesempatan pertama, tim darat akan segera bergerak ke titik temuan,” tegas Pangdam.
Untuk mempermudah koordinasi dan menjaga efektivitas operasi, seluruh pusat kegiatan akan dipusatkan di Bandara Hasanuddin, Makassar, termasuk crisis center dan media center.
“Hal ini untuk tidak mengganggu konsentrasi tim di lapangan dan memudahkan koordinasi,” tambah Bangun.
Apabila korban pesawat ATR ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia, evakuasi akan langsung dilakukan menuju Rumah Sakit TNI AU di sekitar Bandara Hasanuddin. Proses evakuasi direncanakan menggunakan helikopter jika kondisi cuaca memungkinkan, atau melalui jalur darat dengan skema Base Ops–TKP–Base Ops–RS AU.
Kapolda Sulsel Irjen Djuhdhani Rahardjo Puro memastikan kesiapan penuh jajarannya dalam mendukung operasi ini. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel, yang diperkuat Mabes Polri, telah disiagakan untuk bekerja sama dengan KNKT dan instansi terkait.
“Kami sudah siap. Besok pagi tim DVI akan bergerak dan kami juga akan mengundang keluarga untuk keperluan pemeriksaan antemortem jika diperlukan,” kata Djuhdhani.
Ia menegaskan pencarian pesawat ATR dan para korban akan terus dilakukan hingga titik pasti musibah ditemukan.
“Kami tidak akan pernah berhenti mencari atau berupaya menemukan lokasi pasti musibah ini,” pungkasnya. (LN/E-4)

1 day ago
1





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·