Jakarta (ANTARA) - Kepolisian bergerak cepat dengan menggunakan gas air mata sebagai upaya menghentikan eskalasi tawuran yang terjadi di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur (Jaktim) pada Rabu dini hari.
"Dalam proses penanganan, petugas menggunakan gas air mata sebagai langkah terakhir karena situasi sudah membahayakan," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Penggunaan gas air mata itu, kata dia, untuk mencegah meluasnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Anggota kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pembubaran dan pengamanan. Petugas terpaksa menggunakan gas air mata sebagai langkah terakhir karena situasi dinilai sudah membahayakan.
Menurut Alfian, tindakan tegas namun terukur perlu dilakukan lantaran pelaku tawuran melakukan penyerangan dengan petasan yang diarahkan ke arah petugas.
"Para pelaku melakukan penyerangan menggunakan petasan yang diarahkan ke arah anggota. Tindakan ini dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur untuk menghentikan eskalasi kekerasan," jelas Alfian.
Selain itu, dia juga menyebutkan penggunaan gas air mata tersebut bertujuan menghentikan eskalasi kekerasan, menjaga keselamatan anggota di lapangan, serta melindungi masyarakat sekitar dari potensi dampak yang lebih luas.
Baca juga: Antisipasi tawuran di Jaktim, Brimob Polda Metro Jaya perkuat patroli
Dia pun memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Kepastian itu diperoleh setelah ia turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan warga di sekitar lokasi kejadian.
"Kami terus melakukan evaluasi dan koordinasi dengan unsur terkait agar situasi tetap kondusif," ucap Alfian.
Sebelumnya, viral di media sosial Instagram @jakarta.terkini, sebuah video yang memperlihatkan tawuran dua kelompok remaja menggunakan berbagai jenis senjata di ruas Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur.
Ruas jalan tersebut pada Rabu dini hari sempat tidak dapat dilalui kendaraan. Dari video itu, nampak dua kelompok saling serang dengan menggunakan benda tumpul dan petasan.
Tawuran dapat dibubarkan setelah petugas kepolisian tim patroli dari Polres Metro Jakarta Timur tiba di lokasi tersebut.
Baca juga: Polisi gagalkan aksi tawuran di Jakarta Timur
Baca juga: Pemkot Jaktim dorong anak muda ubah tawuran jadi ajang prestasi
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·