Jakarta (ANTARA) - Kepolisian mendalami kasus seorang warga negara asing (WNA) yang diduga melakukan tindakan eksibisionisme di Taman Literasi, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/1) siang pukul 12.30 WIB.
"Anggota kami memang suka patroli di jam ramai dan berkeliling dengan jalan kaki," kata Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru Kompol Suparmin di Jakarta, Senin.
Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, pelaku mengaku merasakan cuaca panas dan tiba-tiba gatal di sekujur tubuhnya.
"Keterangan dari saksi sih, saksi menanyakan ke pelakunya alasan mengapa melakukan perbuatan tersebut. Alasannya, cuacanya di Indonesia sangat panas dan membuat gatel dari leher sampai bawah gitu," ujar Suparmin.
Kendati demikian, pihak kepolisian mengaku kesulitan mendalami kasus tersebut karena minim bukti.
Selain itu, di lokasi kejadian juga tidak terdapat kamera pengawas (CCTV), sementara petugas keamanan tidak melihat langsung kejadian tersebut, dan kendala bahasa membuat komunikasi dengan pelaku terhambat.
Akhirnya, menurut Suparmin, setelah ditegur, WNA tersebut langsung meninggalkan lokasi.
Polisi pun mengimbau pengelola taman agar memasang CCTV dan meminta petugas keamanan segera menghubungi kepolisian jika kejadian serupa terulang.
"Kami cari sambil mengimbau pihak keamanan dalam nih, kalau bisa pasang CCTV, sama kalau ada kejadian serupa, segera telepon kita, diamanin dulu pelakunya," ucap Suparmin.
Sebelumnya, viral di media sosial Instagram sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang petugas keamanan menghampiri WNA yang diduga memanggil pengunjung sebelum menunjukkan alat vitalnya di area Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan.
Baca juga: Pelajar SMA jadi korban eksibisionis di JPO Jatinegara Jaktim
Baca juga: Pelaku eksibisionis di Tanjung Priok diringkus petugas
Baca juga: Pelaku "eksibisionis" di Duren Sawit dihajar massa
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·