Tim Sanggar Gawia Sowa’(Dok.Istimewa)
KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Universitas Tanjungpura (Untan), memulai tahapan pertama kegiatan Festival Silotuang Perbatasan, Orkestra Kontemporer Nusantara, yang merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN).
Tahap awal yang dilakukan berupa sosialisasi, workshop serta pelatihan manajemen SDM dan manajemen seni pertunjukan. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan Sanggar Gawia Sowa’, Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dalam menghadapi agenda besar pada Desember 2025.
Pelaksana program PISN, Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih, menjelaskan tahap awal ini merupakan pondasi dari keseluruhan kegiatan. “Sebelum memasuki proses produksi karya dan persiapan festival, sanggar harus diperkuat dari sisi manajemen. Dengan struktur internal yang solid, proses kreatif akan berjalan lebih efektif,” jelasnya, dalam keterangan resmi Jumat (21/11).
Menurut Aline, selain pelatihan organisasi, peserta juga diperkenalkan pada konsep pertunjukan modern berbasis kolaborasi multidisiplin. Tujuannya agar seni tradisi seperti Silotuang dapat dikemas lebih menarik dan relevan bagi generasi muda serta penonton lintas budaya.
Sekretaris Sanggar Gawia Sowa, Jakius menyampaikan apresiasi kepada tim PISN. “Kami berharap pelatihan ini membuat aktivitas seni di Jagoi semakin hidup. Kami ingin generasi muda mampu membawa Silotuang lebih jauh, apalagi menjelang festival besar di akhir tahun mendatang,” terangnya.
Pendamping sanggar, Veronica Mega Violeta, mengatakan bahwa peningkatan pemahaman peserta terhadap manajemen pertunjukan merupakan modal penting. “Pesertanya sangat antusias. Mereka sadar bahwa persiapan festival tidak hanya soal latihan, tetapi juga terkait pengelolaan sanggar dan kerja tim,” tuturnya.
RANGKAIAN PERSIAPAN
Tahap pertama kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Festival Silotuang Perbatasan: Orkestra Kontemporer Nusantara, yang direncanakan berlangsung pada Desember 2025. Festival tersebut akan menghadirkan karya kolaboratif antara Silotuang, instrumen musik nusantara, teknologi Virtual Studio Technology (VST), serta eksplorasi tari dannseni rupa berbasis identitas Bidayuh Jagoi.
Ke depan, program PISN akan melanjutkan pelatihan permainan Silotuang, integrasi teknologi musik, workshop produksi digital, eksperimen orkestra kontemporer, serta pendampingan intensif hingga festival berlangsung.
Dengan penguatan manajemen seni sejak tahap awal, Sanggar Gawia Sowa’ diharapkan mampu tampil sebagai kelompok seni berbasis tradisi yang profesional, adaptif dan siap menjadi wajah budaya Bidayuh di panggung nasional maupun internasional pada Desember 2025 mendatang.
KESENIAN TRADISIONAL JENENGAN
Sebelumnya, PISN Kemendiktisaintek menghidupkan kembali kesenian tradisional Janengan di Dusun Teneran, Desa Pucungsari, Kabupaten Magelang melalui kerja sama tim UGM Yogyakarta dengan warga setempat.
Masyarakat setempat yang tergabung dalam Sanggar Seni Turonggo Sekar Gadung Dusun Teneran, Desa Pucungsari, Kecamatan Grabag pimpinan Dani Anwar, mementaskan kesenian berbasis musik seperangkat rebana, kempul, dan kendang dalam Festival Kolaborasa II/2025 di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (15/11) sore hingga malam hari.
"Timnya Mbak Tata (Rr Paramitha Dyah Fitriasari) dari UGM membantu kami, menyemangati untuk menggali kesenian yang lama tidak dimainkan," kata Dani.
Kesenian Janengan berupa selawatan dengan syair-syair tentang dakwah islami itu, dalam festival tersebut dipentaskan dengan dilengkapi tarian dimainkan 15 laki-laki pegiat sanggar. Bunyi musiknya kombinasi 14 instrumen perkusi dengan enam vokalis.
Mereka menciptakan gerakan dan konfigurasi tari serta membuat properti kostum tarian Janengan memadukan unsur tradisional dengan estetika kontemporer dalam proses bersama selama beberapa bulan terakhir.
"Kalau zaman dulu dimainkan warga, duduknya melingkar di tikar dalam rumah. Dimainkan malam hingga menjelang subuh, untuk hajatan atau
nazar. Tetapi kemudian tidak ada yang meneruskan," ujarnya.
Pementasan di panggung sekitar 15x7 meter di dusun itu. Meskipun diwarnai gerimis, pergelaran ditonton ratusan warga setempat dan dusun-dusun sekitar, Camat Grabag Sri Utari, dan Kepala Desa Pucungsari Solikhin itu, berjalan lancar. Sejumlah pementasan lainnya, yakni tarian Topeng Ireng (Dusun Teneran), Soreng (Dusun Senden), dan Jaran Kepang (Dusun Dayugo). Puluhan pedagang makanan, minuman, dan mainan anak membuka lapak di tepi kanan dan kiri jalan dusun. (Ant/E-2)

1 month ago
11





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)




English (US) ·