Ilustrasi(Pertamina EP)
PT Pertamina EP memperkuat perannya tidak hanya sebagai pengelola produksi migas, tetapi juga sebagai aktor sosial yang berupaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi. Memasuki usia 20 tahun, perusahaan menggarap berbagai program sosial di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan yang melibatkan langsung komunitas lokal.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menjadi kanal utama Pertamina EP dalam mendorong kemandirian masyrakat. Di sejumlah daerah, program ini hadir melalui pelatihan wirausaha, pengembangan UMKM, penyediaan fasilitas belajar digital, layanan kesehatan, hingga konservasi lingkungan.
Perusahaan juga rutin menyalurkan bantuan sosial, termasuk dukungan bagi warga terdampak bencana banjir di Samarinda dan Bekasi tahun 2025.
Salah satu inisiatif yang melibatkan generasi muda muncul di PEP Subang Field, yang mengajak pelajar mengolah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai. "Tujuannya tak lain agar siswa paham permasalahan limbah rumah tangga dan strategi memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi barang yang memiliki nilai guna dan ekonomi," ujar Manager Communications Relations & CID Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono dikutip pada Jumat (21/11).
Selain itu, perusahaan memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan manajemen keuangan koperasi serta pemasaran digital, yang diinisiasi PEP Subang Field. Di sektor kesehatan, PEP Sangasanga Field menjalankan program Prokesmas Puja untuk penanganan stunting dan TBC di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader lokal.
Komitmen lingkungan turut terlihat dari program konservasi masyarakat adat di Desa Leme-Leme Darat, Banggai Kepulauan, melalui Kokolomboi Lestari. Program ini mencakup perlindungan hak adat Togong-Tanga, ekowisata edukatif, hingga budidaya lebah madu.
Dukungan serupa juga hadir bagi masyarakat adat Malasigi di Papua Barat Daya melalui program Mata Hati Malasigi, yang mendorong akses air bersih dan pengelolaan hutan berkelanjutan. Beberapa program lain menyasar pelestarian budaya lokal. Di Bekasi, Pertamina EP Tambun Field menyediakan peralatan kesenian bagi Padepokan Sima Maung sebagai upaya menjaga tradisi masyarakat setempat.
"Kedua program ini merupakan contoh bentuk komitmen Perusahaan dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal dan budaya setempat," imbuh Pinto.
Sejak Januari hingga September 2025, Pertamina EP mencatatkan 354 program TJSL di berbagai wilayah, menjangkau lebih dari 27 ribu penerima manfaat. Konsistensi tersebut mendatangkan sejumlah apresiasi, termasuk 8 Proper Emas dan 9 Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 2024.
Di tingkat global, perusahaan meraih penghargaan seperti Asia Responsible Enterprise Award 2025, Global CSR & ESG Awards 2025, Green World Awards 2025, dan The Asian Impact Award 2025. (E-3)

1 month ago
10





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·