Wali Kota Cirebon, Effendi Edo melihat kondisi bantaran sungai yang akan direvitalisasi.(MI/NURUL HIDAYAH)
PENERTIBAN pedagang kaki lima di sepanjang bantaran Sungai Sukalila dan Kalibaru dilakukan Pemerintah Kota Cirebon. PKL diminta untuk pindah ke lokasi yang telah disiapkan.
Pemkot Cirebon pada 2026 mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi trotoar sebagai penunjang estetika kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru.
“Kawasan Sukalila nantinya akan dibangun menjadi taman terbuka hijau yang ramah anak lansia dan bisa digunakan oleh masyarakat umum untuk berwisata,” tutur Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Kamis (20/11).
Dia yakin, jika nantinya bantaran sungai diubah menjadi taman yang bersih maka wajah kota Cirebon akan berubah menjadi lebih cantik.
Untuk itu, Satpol PP diminta untuk segera melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang sempadan sungai Sukalila dan Kalibaru.
“Kepada PKL, kami juga meminta untuk melakukan pembongkaran secara mandiri untuk kebaikan bersama,” tutur Edo. T
Pemkot Cirebon melalui Satpol PP juga telah melakukan sosialisasi kepada PKL untuk segera pindah ke lokasi yang sudah ditentukan karena lokasi yang mereka tempati sekarang untuk berjualan akan diubah menjadi taman.
Program penataan nantinya meliputi pembersihan sedimentasi, penertiban bangunan liar, pembangunan taman, hingga pengembangan jalur pedestrian.
Edo pun menargetkan pada Desember 2025 Sungai Sukalila sudah tertata rapih.
“Mau tidak mau para pedagang harus pindah. Bantaran Sungai Sukalila inikan merupakan bantaran sungai terbesar di Kota Cirebon, tentunya harus indah, tertata rapih dan bagus," tegasnya.
Pemkot Cirebon, lanjut dia, juga sudah menyiapkan lokasi relokasi PKL.
"Untuk relokasi ada beberapa lokasi yang memang sudah kita siapkan yaitu di Pasar Pagi. Beberapa los kita siapkan. Monggo kalau bagi masyarakat yang masih ingin berjualan kita siapkan di Pasar Pagi. Tadi respon dari beberapa pedagang yang saya temui bagus dan mereka siap membongkar secara mandiri tempat usahanya karena mereka tidak mau dibongkar paksa oleh Pemkot," tandasnya.
Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro mengungkapkan, BBWS telah mengambil sampel sedimen dari tiga segmen sungai dan hasilnya menunjukkan tidak adanya kandungan zat berbahaya.
“Kami saat ini tengah menyiapkan metode pengambilan dan pengangkutan lumpur yang ideal agar proses tidak terhambat oleh kadar air yang tinggi,” tutur Dwi.
Selanjutnya Dwi berharap dengan adanya revitalisasi sungai maka ke depannya Sungai Sukalila bisa menjadi ikon Kota Cirebon.

1 month ago
8





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·