Mantan Presiden Korea Dihukum 5 Tahun Penjara Kasus Deklarasi Militer

2 days ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengadilan Korea Selatan menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada mantan presiden Yoon Suk Yeol, setelah dinyatakan bersalah terkait kasus deklarasi darurat militer pada Desember 2024.

Majelis Hakim Pengadilan Distrik Pusat Seoul Yoon pada Jumat (16/1/2025) waktu setempat menilai Yoon terbukti bersalah atas dakwaan yang meliputi menghalangi pihak berwenang dalam melaksanakan surat perintah penangkapan terkait deklarasi darurat militer yang dilakukannya, serta memalsukan dokumen resmi dan gagal mematuhi proses hukum yang diperlukan untuk memberlakukan darurat militer.

Dalam persidangan, Hakim Baek Dae-hyun mengatakan Yoon telah gagal menjunjung tinggi Konstitusi dan supremasi hukum. "Meskipun memiliki kewajiban, di atas segalanya, untuk menjunjung tinggi konstitusi dan mematuhi aturan hukum sebagai presiden, terdakwa malah menunjukkan sikap yang mengabaikan Konstitusi," kata Baek dikutip dari Aljazeera, Jumat (16/1/2026).

"Kesalahan terdakwa sangat serius," tutur Baek seraya menegaskan Yoon memiliki waktu tujuh hari untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Seusai persidangan, salah satu pengacara Yoon, Yoo Jung-hwa, mengatakan bahwa mantan presiden itu akan mengajukan banding. "Kami menyesalkan bahwa keputusan tersebut dibuat dengan cara yang dipolitisasi," katanya.

Putusan pengadilan ini adalah yang pertama terkait dengan serangkaian tuduhan pidana yang dihadapi Yoon terhadap upayanya yang gagal untuk memberlakukan darurat militer, yang hanya berlangsung sekitar enam jam tetapi mengguncang masyarakat Korea Selatan, yang sejak lama dianggap sebagai salah satu demokrasi paling stabil di dunia.

Mantan presiden itu sebetulnya masih menghadapi tuduhan paling serius yaitu pemberontakan, yang dapat dijatuhi hukuman mati. Namun, putusan persidangan terkait itu rencananya akan digelar pada Februari 2026, menurut laporan Aljazeera.

Yoon sebelumnya dimakzulkan, ditangkap, dan kemudian dicopot dari jabatannya sebagai presiden setelah upaya pemberlakuan darurat militer yang singkat mampu memicu protes publik besar-besaran masyarakat yang menuntut pemecatannya.

Namun Yoon tetap bersikap menantang dan bersikeras bahwa dia tidak melanggar hukum. Dalam pengadilan, Yoo mengatakan, sebagai presiden ia berwenang untuk menyatakan darurat militer dan tindakan tersebut bertujuan untuk memberikan peringatan atas penghambatan kerja pemerintah oleh partai-partai oposisi.

Kantor Berita resmi Korea Selatan, Yonhap, melaporkan pada Jumat bahwa hukuman lima tahun yang dijatuhkan kepada Yoon adalah setengah dari hukuman yang diminta oleh tim pengacara Penasihat Khusus Cho Eun-suk.

Yonhap juga mengatakan bahwa putusan bersalah tersebut kemungkinan akan berdampak pada vonis dalam persidangan pemberontakan Yoon, yang akan digelar bulan depan.

Jaksa penuntut khusus dalam kasus pemberontakan awal pekan ini menuntut hukuman mati untuk Yoon, menurut Yonhap.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article