Ilustrasi(freepik)
LEBAH bombus selama ini kerap dianggap sebagai serangga sederhana yang bergerak sepenuhnya oleh insting. Namun penelitian terbaru menunjukkan gambaran berbeda, lebah ini ternyata mampu belajar dengan cepat, membaca situasi, serta menyesuaikan perilaku dengan fleksibilitas yang mengejutkan.
Studi yang dilakukan para ilmuwan di Southern Medical University, Tiongkok, mengungkap adanya bentuk penularan emosi pada koloni lebah bombus. Temuan ini memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana serangga kecil tersebut merespons dan memengaruhi satu sama lain.
Adakah Emosi yang Menular pada Lebah?
Fenomena penularan emosi umum ditemukan pada hewan sosial. Ketika suasana hati satu individu berubah, anggota lain dapat bereaksi dan menyesuaikan diri. Peneliti ingin mengetahui apakah pola serupa juga terjadi pada serangga.
Lebah bombus menjadi kandidat ideal karena hidup dalam koloni padat dan harus mengambil keputusan cepat setiap hari. Ketergantungan mereka pada sinyal sosial membuka peluang adanya transfer emosi.
Pelatihan Lebah dan Eksperimen Pengamatan
Penelitian dimulai dengan pelatihan sederhana. Seekor lebah diajarkan bahwa satu warna bunga menandakan adanya gula, sementara warna lain tidak. Setelah beberapa kali kunjungan, lebah memahami pola tersebut.
Lebah yang telah mendapatkan stimulus positif kemudian bertindak sebagai “demonstrator”. Lebah lain yang menjadi pengamat melihat demonstrator ini sebelum diuji dengan bunga berwarna baru, warna yang sengaja dibuat ambigu antara “ada gula” dan “tidak ada gula”.
Hasilnya, lebah pengamat lebih cepat tertarik dan mendekati warna baru itu, seolah mereka menyerap ekspektasi positif dari demonstrator.
Bagaimana Emosi Antar-Lebah Ditransfer
Untuk mengetahui bagaimana transfer tersebut terjadi, peneliti menghilangkan kemungkinan interaksi sentuhan dan bau. Hanya penglihatan yang dibiarkan bekerja. Hasilnya tetap sama: perubahan perilaku tetap muncul.
Hanya dengan melihat sedikit perubahan postur atau gerakan demonstrator, lebah pengamat menyesuaikan tindakannya. Interaksi berlangsung singkat, tetapi dampaknya jelas.
Temuan ini menunjukkan bahwa lebah tidak sekadar meniru. Mereka menyesuaikan keputusan berdasarkan momen sosial yang sangat cepat, kemampuan yang membantu koloni merespons perubahan lingkungan.
Dampak bagi Koloni dan Pemahaman Baru tentang Serangga
Penularan emosi ini dapat mendukung koordinasi selama lebah mencari makan. Beberapa perubahan sikap dari satu “eksplorator” dapat memicu reaksi berantai pada kelompok.
Penelitian ini juga membuka peluang eksplorasi lebih jauh pada serangga sosial lain seperti semut, tawon, dan penyerbuk lain yang juga bergantung pada sinyal visual dan interaksi cepat.
Selain itu, hasil riset menantang pandangan lama bahwa proses mirip emosi hanya bisa terjadi pada hewan dengan otak besar. Lebah dengan otak kecil pun mampu membaca isyarat sosial dan mengubah perilaku demi kelangsungan hidup koloni.
Studi ini memperluas cara kita memandang kecerdasan dan komunikasi serangga, sekaligus mengingatkan bahwa dunia alami menyimpan banyak kejutan, bahkan pada makhluk terkecil. (Earth/Z-2)

1 month ago
11





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)




English (US) ·