UPJ menerima kunjungan mahasiswa Curtin University, Australia, dalam program New Colombo Plan Study Tour 2025.(Dok. UPJ)
UNIVERSITAS Pembangunan Jaya menerima kunjungan mahasiswa Curtin University, Australia, sebagai bagian dari rangkaian program New Colombo Plan Study Tour 2025 yang berlangsung di enam negara, termasuk Indonesia. Selama empat minggu, peserta menjalani agenda pembelajaran di Pulau Jawa dan Bali. UPJ terpilih sebagai salah satu lokasi kunjungan kolaboratif dalam rangkaian studi tersebut.
Rombongan berisi mahasiswa arsitektur interior, dan desain industri, dan desain. Mereka datang untuk mempelajari praktik urban living di Indonesia, termasuk lanskap perkotaan Jabodetabek, dinamika budaya, serta perkembangan desain ruang di kawasan metropolitan. Hal ini sejalah dengan kekuatan kurikulum UPJ, perkotaan berkelanjutan.
Mahasiswa dari Curtin University bersama dengan mahasiswa dari Prodi Arsitektur, Desain Komunikasi visual, dan Desain Produk UPJ mengikuti workshop dengan mengangkat tema potensi dan kekhasan produk kopi dari Indonesia. Tim pengajar menggunakan materi The Coffee Belt untuk mengenalkan karakter wilayah kopi seperti Aceh Gayo, Java Preanger, Bali Kintamani, dan Toraja. Kemudian, para mahasiswa design diajak mengembangkan konsep design bangunan-interior coffee shop untuk area kampus UPJ dengan pendekatan kontekstual.

Workshop ini memberikan pengalaman langsung koneksi konteks sosial dan budaya dalam sebuah desain baik mahasiswa UPJ maupun Curtin University Australia. Kegiatan ini juga memperkuat interaksi akademik antara mahasiswa UPJ dan Curtin University, terutama saat mereka bertukar pandangan tentang metode kerja studio, model, dan proses perancangan.
Fatima, mahasiswa Arsitektur tahun pertama dari Curtin University, mengaku sangat terkesan dengan proses belajar di UPJ. “Saya suka suasana kampus dan orang-orangnya. Karya mahasiswa UPJ memberi banyak inspirasi. Aktivitas yang diberikan juga seru, dan saya sudah tidak sabar untuk mulai mengerjakannya,” ujarnya.
Ia juga menilai kolaborasi lintas universitas apalagi dengan universitas internasional yang berkualitas memberi manfaat besar. “Ada banyak perspektif baru yang bisa dipertukarkan. Aku pengen sih, kegiatan seperti ini lebih sering (dilakukan).”
Claire, mahasiswa Interior Architecture, menyampaikan pengalaman serupa.
“Kunjungan ini sangat menyenangkan. Ruang studio UPJ terasa fresh dan karya mahasiswa UPJ menunjukkan detail teknis yang kuat. Kolaborasi seperti ini penting karena memberi kesempatan bertemu banyak orang dengan bermacam ide,” katanya.
Kunjungan mahasiswa Curtin University Australia memperkuat komitmen internasionalisasi UPJ. Program ini membuka ruang kolaborasi global yang memberi manfaat langsung bagi mahasiswa, baik melalui riset, pertukaran metode desain, maupun peluang kolaborasi jangka panjang. (RO/Z-10)

1 month ago
12





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·