COP30 Barasil.(Dok. Metro Tv)
INDONESIA dinilai belum mampu memperkuat komitmen iklim hingga akhir pelaksanaan konferensi iklim PBB COP30 di Belém, Brasil. Koordinator Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim (Aruki) Torry Kuswardono membeberkan, saat lebih dari 80 negara mendorong adanya kerangka kerja dalam Global Mutirão, atau upaya kolektif untuk keluar dari energi berbahan bakar fosil (fossil fuel phase out roadmap), Indonesia justru absen.
Ia menyatakan, dalam proses negosiasi di COP30, pemerintah Indonesia juga anyep bicara tentang rencana kerja kehutanan untuk menghentikan deforestasi. Padahal, dua langkah tersebut merupakan kunci utama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca penyebab krisis iklim dan melindungi keanekaragaman hayati.
“Komitmen iklim dan negosiasi Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara-negara kepulauan kecil dalam Alliance of Small Island States (AOSIS). Bahkan Kolombia, negara yang sebetulnya cukup tergantung dengan energi fosil, juga punya komitmen untuk mendorong transitioning away from fossil fuels," kata Torry, Jumat (21/11).
Tak seperti negara-negara kepulauan kecil lainnya, kata dia, Indonesia tidak punya proposal untuk menyelamatkan dunia dari krisis iklim. Yang keluar dari Indonesia justru proposal untuk menyelamatkan bisnis karbon dalam negeri yang cuma akan menguntungkan segelintir orang. "Ini sungguh mengecewakan," imbuh dia.
Ketua Tim Politik untuk Solusi Hutan Global Greenpeace Rayhan Dudayev mengatakan, beberapa hari lalu Indonesia aktif dalam negosiasi pasal terkait dengan skema tukar guling karbon. Ini menunjukan Indonesia sebenarnya bisa berperan dalam negosiasi iklim.
"Namun sayang sekali peran itu tidak muncul dalam negosiasi untuk mendorong solusi nyata aksi iklim seperti rencana pensiun bahan bakar fosil dan rencana menghentikan deforestasi. Hal-hal tersebut memang tidak mudah dalam negosiasi COP," kata Rayhan.
"Namun Indonesia bisa pula mengajak masyarakat sipil untuk bersama-sama mendorong aksi iklim yang nyata," imbuhnya. (H-3)

1 month ago
11





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·