Kilang Minyak Terbesar RI Rp126 T Jalan Bulan Depan, Ini Pemiliknya

1 month ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Negara, Kamis (20/11/2025) kemarin. Salah satu yang dibahas adalah perihal pengoperasian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan atau Kilang Balikpapan.

"Kemudian juga melaporkan tentang rencana peresmian RDMP di Kalimantan Timur yang kalau itu diresmikan maka Insyaallah 2026 kita sudah mencapai swasembada bidang energi solar dan avtur, ini yang akan lagi rencanakan ke depan," kata Bahlil di temui di Istana Negara, dikutip Jumat (21/11/2025).

Lebih lanjut, menurut Bahlil, kilang terbesar milik RI ini akan diresmikan pada 17 Desember 2025.

Lalu, milik siapakah Kilang Balikpapan ini?

RDMP Balikpapan dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak perusahaannya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompleksitas kilang Balikpapan agar mampu menghasilkan produk bahan bakar berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman mengatakan, sejumlah tahapan penting telah dilalui KPI untuk memastikan proyek ini berjalan dengan baik. Diantaranya pengoperasian awal unit utama pengolahan atau Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex RDMP Balikpapan, pada 10 November 2025 lalu.

Taufik menjelaskan, RFCC merupakan unit utama kilang untuk menghasilkan produk berstandar setara Euro V. RFCC juga akan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan. Pengoperasian unit RFCC pada momen Hari Pahlawan 2025 menjadi simbol komitmen KPI dan Pertamina dalam mewujudkan cita-cita pembangunan yang berdaulat dan berkelanjutan

"Ini merupakan tahapan penting yang telah dilalui KPI dan Pertamina dalam pengoperasian RDMP Balikpapan. RFCC tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tetapi juga memperbesar nilai tambah dari sumber daya alam dalam negeri," ujar Taufik.

Terkait hal itu, dikutip Jumat (21/11/2025).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, membeberkan bahwa investasi Pertamina dalam proyek RDMP Balikpapan sangat besar. "Untuk investasi yang dilakukan di sini, nilainya itu adalah US$ 7,4 miliar atau setara dengan Rp 126 triliun. Ini merupakan investasi yang sangat besar yang dilakukan oleh BUMN pada satu titik kegiatan," kata Yuliot.

Yuliot juga mengatakan bahwa dengan adanya investasi tersebut, akan mendukung visi Pemerintahan Presiden Prabowo dalam hal ketahanan energi dan mendukung ketahanan nasional secara keseluruhan. "Karena seluruh kegiatan ekonomi tidak mungkin tanpa ketersediaan energi," ujarnya.

Kilang Balikpapan sendiri nantinya akan memiliki kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel. Kapasitas ini setara dengan 22% - 25% atau seperempat dari kebutuhan nasional akan dihasilkan dari kilang Balikpapan.

Peningkatan kapasitas pengolahan ini juga menurut Yuliot akan memberikan dampak besar bagi pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. "Jadi, untuk minyak yang akan diolah dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jadi, kita mengupayakan seluruh minyak yang dihasilkan di dalam negeri akan diolah di dalam negeri. Kalau ada kekurangan kita akan impor," kata Yuliot.

Peningkatan kapasitas pengolahan sekitar 100 ribu barel per hari, kata Yuliot juga akan mengurangi impor sekitar 10% sampai dengan 15%.

Kilang Balikpapan kata Yuliot juga memiliki keunggulan dalam mengolah residu. "Untuk fasilitas yang dibangun, termasuk pengolahan atas residu-residu yang nilai rendah, akan diolah lebih lanjut menjadi petrokimia. Jadi, nanti ada produk yang dihasilkan dari residu tadi, ada propylene, ada ethylene, itu juga dibutuhkan untuk industri dalam negeri. Sebagai bahan baku, industri lanjutan yang menggunakan bahan baku ini. Selama ini untuk propylene dan ethylene, itu juga kita impor. Ini juga cukup besar, ini akan menjadi substitusi impor," jelasnya.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article