HRW Pertanyakan Dalih Israel Basmi Kelompok Bersenjata di Tepi Barat Palestina

1 month ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
HRW Pertanyakan Dalih Israel Basmi Kelompok Bersenjata di Tepi Barat Palestina Tentara Israel di Tepi Barat, Palestina.(Al Jazeera)

PIHAK berwenang Israel mengatakan bahwa penggerebekan kamp Jenin, Tulkarem, dan Nur Shams di Tepi Barat bertujuan membasmi kelompok-kelompok bersenjata Palestina dan membongkar infrastruktur yang dapat digunakan untuk melakukan serangan terhadap pasukan Israel.

"Operasi tersebut didasarkan pada pemahaman bahwa teroris mengeksploitasi medan dan lingkungan kamp yang padat penduduk, yang membatasi kebebasan bertindak (militer)," kata tentara Israel dalam pernyataan kepada Human Rights Watch (HRW).

Namun, kelompok hak asasi manusia tersebut mengatakan dalam laporan Kamis (21/11) bahwa militer gagal menunjukkan kehadiran di tiga kamp pengungsian yang menjadi sasaran militer, yaitu pejuang Palestina dan senjata serta perlengkapan militer, yang akan membenarkan pemindahan paksa seluruh penduduk kamp.

Laporan itu juga menyatakan bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan di Tepi Barat, gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional untuk mengevakuasi warga sipil dengan aman dan kemudian mengizinkan mereka kembali ke rumah mereka setelah permusuhan berakhir.

Warga Palestina yang mengungsi melaporkan bahwa mereka hanya diberi waktu beberapa menit untuk meninggalkan kamp, ​​sering kali di bawah ancaman kekerasan. Mereka menyaksikan kehancuran berskala luas.

Pengusiran paksa warga Palestina oleh militer Israel dari tiga kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki tersebut awal tahun ini merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Demikian pernyataan HRW.

Dalam laporan setebal 105 halaman yang dirilis pada Kamis, kelompok hak asasi manusia tersebut menyatakan bahwa militer Israel telah memaksa 32.000 warga Palestina meninggalkan rumah mereka di kamp pengungsi Jenin, Tulkarem, dan Nur Shams, mulai Januari tahun ini.

Pengusiran paksa tersebut dilakukan, "Tanpa memperhatikan perlindungan hukum internasional," dan Israel tidak mengizinkan penduduk untuk kembali, kata Nadia Hardman, peneliti senior hak-hak pengungsi dan migran di HRW.

Citra satelit juga menunjukkan bahwa lebih dari 850 rumah dan bangunan lain hancur atau rusak berat di tiga kamp pengungsi yang menjadi sasaran militer Israel.

"Dengan perhatian global yang terfokus pada Gaza, pasukan Israel telah melakukan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pembersihan etnis di Tepi Barat yang seharusnya diselidiki dan dituntut," kata Hardman.

Laporan ini muncul ketika warga Palestina di Tepi Barat menghadapi gelombang kekerasan militer dan pemukim Israel yang semakin intensif di tengah bayang-bayang perang Gaza yang telah menewaskan lebih dari 69.000 orang di daerah kantong pantai tersebut sejak Oktober 2023.

Anggota pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah mendesak pencaplokan resmi Tepi Barat. Menurut para ahli, Tepi Barat sudah berada di bawah sistem aneksasi de facto dan apartheid.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa warga Palestina di Tepi Barat menghadapi risiko pembersihan etnis yang lebih tinggi di tengah kekerasan tersebut.

"Selama beberapa tahun terakhir, kami menyaksikan dampak dari pasukan dan pemukim Israel yang mengerahkan kekuatan dan kendali yang semakin besar terhadap rakyat Palestina," ujar Simona Onidi, koordinator proyek Dokter Lintas Batas (MSF) di Jenin dan Tulkarem, pada September.

"Tindakan-tindakan ini berakar dalam proses kolonial-pemukim yang lebih luas. Risiko pembersihan etnis, melalui pemindahan paksa komunitas Palestina, akan memperkuat perubahan demografis permanen," kata Onidi. (Al Jazeera/I-2)

Read Entire Article