Geger Kampus Ini Ditutup karena Terima Terlalu Banyak Orang Muslim

3 days ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas pendidikan medis India secara mengejutkan mencabut izin operasional sebuah perguruan tinggi kedokteran bergengsi di wilayah Jammu dan Kashmir, Kamis (15/1/2026). Keputusan ini menuai kontroversi besar karena diduga kuat merupakan bentuk tunduknya pemerintah terhadap tekanan kelompok sayap kanan Hindu yang memprotes dominannya jumlah mahasiswa Muslim di kampus tersebut.

Komisi Medis Nasional (NMC) resmi mencabut pengakuan Shri Mata Vaishno Devi Medical Institute (SMVDMI) pada awal Januari 2026. Kampus yang terletak di wilayah pegunungan Reasi ini merupakan institusi kedokteran swasta yang didirikan oleh badan amal keagamaan Hindu dan mendapatkan sebagian pendanaan dari anggaran pemerintah.

Ketegangan bermula ketika komposisi mahasiswa angkatan pertama program studi MBBS (Sarjana Kedokteran) terungkap ke publik. Dari total 50 mahasiswa yang lolos seleksi ketat melalui ujian nasional (NEET), 42 di antaranya adalah Muslim, tujuh umat Hindu, dan satu umat Sikh. Sebagian besar mahasiswa tersebut berasal dari wilayah Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim.

Kelompok sayap kanan Hindu segera meluncurkan aksi protes besar-besaran di depan gerbang kampus. Mereka berargumen bahwa karena dana pembangunan kampus berasal dari sumbangan umat di Kuil Mata Vaishno Devi, maka mahasiswa Muslim tidak berhak menempuh pendidikan di sana.

"Kampus ini menyandang nama Mata Vaishno Devi, dan ada jutaan pemuja yang emosi keagamaannya terikat kuat dengan kuil ini," ujar juru bicara BJP di Kashmir, Altaf Thakur, mencoba menjelaskan sentimen warga meski ia juga berkilah bahwa penutupan disebabkan oleh masalah teknis.

Tak lama setelah protes memuncak, NMC mengumumkan pencabutan izin dengan alasan SMVDMI gagal memenuhi "standar minimum" yang ditetapkan pemerintah, mencakup kekurangan staf pengajar, jumlah tempat tidur pasien, hingga fasilitas perpustakaan. Namun, klaim ini dibantah keras oleh para mahasiswa yang sudah mulai berkuliah.

Jahan, salah satu mahasiswa, menyatakan bahwa fasilitas kampus justru sangat mumpuni dibandingkan kampus kedokteran lainnya.

"Saya tidak merasa kampus ini kekurangan sumber daya. Kami memiliki empat kadaver (jenazah untuk praktik) per angkatan, sementara kampus lain terkadang hanya punya satu. Setiap mahasiswa punya kesempatan bedah mandiri," ungkapnya kepada Al Jazeera.

Analisis politik dari Jammu, Zafar Choudhary, juga mempertanyakan logika NMC.

"Secara logika, infrastruktur seharusnya membaik setelah kelas dimulai. Kita tidak tahu mengapa kekurangan ini tiba-tiba muncul setelah ada protes identitas," katanya.

Bagi para mahasiswa seperti Saniya Jan (18), penutupan ini adalah mimpi buruk. Ia mengaku telah belajar sangat keras untuk lolos ujian NEET yang sangat kompetitif sebelum akhirnya diterima di SMVDMI. Kini, ia terpaksa pulang ke rumah dengan ketidakpastian masa depan.

"Semuanya terasa hancur sekarang. Semua ini terjadi hanya karena identitas kami. Mereka mengubah prestasi kami menjadi persoalan agama," keluh Saniya dengan nada kecewa.

Menanggapi krisis ini, Kepala Menteri Jammu dan Kashmir, Omar Abdullah, mengecam tindakan kelompok yang memaksa penutupan kampus tersebut. Ia berjanji bahwa pemerintah daerah akan bertanggung jawab untuk memindahkan 50 mahasiswa tersebut ke kampus kedokteran lain di wilayah itu agar pendidikan mereka tidak terhenti.

"Orang biasanya berjuang untuk mendirikan perguruan tinggi kedokteran, namun di sini, perjuangan justru dilakukan untuk menutupnya. Anda telah bermain-main dengan masa depan mahasiswa," tegas Abdullah dalam pernyataannya.

(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article