Donald Trump (kiri) dan Zohran Mamdani.(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
NEW York bersiap menyambut babak baru politiknya. Wali kota terpilih Zohran Mamdani yang berhaluan kiri dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Jumat (21/11) waktu setempat.
Pertemuan itu menyedot perhatian setelah keduanya saling melempar sindiran keras dalam beberapa pekan terakhir. Mamdani, 34 tahun, sosok yang dipandang sebagai pendatang baru, berhasil memenangi jabatan nomor satu di kota terbesar Amerika Serikat. Dia mengaku siap menghadapi pertemuan dengan Trump.
“Saya siap untuk apa pun yang terjadi,” ujarnya.
Pertemuan itu diperkirakan berlangsung panas. Trump sebelumnya menyebut Mamdani sebagai komunis dan bahkan menyarankan politisi kelahiran Uganda itu seharusnya dideportasi.
“Ini sangat menunjukkan banyak hal bahwa besok kita memiliki seorang komunis datang ke Gedung Putih,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Mamdani dan Trump sama-sama berasal dari Queens. Keduanya piawai memainkan narasi politik meski gaya mereka bertolak belakang.
Trump mengancam akan mempersulit langkah wali kota baru tersebut, termasuk dengan pemotongan dana federal untuk New York serta kemungkinan pengerahan Garda Nasional seperti yang pernah ia lakukan di kota-kota berhaluan Demokrat lainnya. Mamdani, yang akan menjadi wali kota Muslim pertama dalam sejarah kota itu, juga menjadi sasaran ejekan terkait nama keturunannya.
Mamdani meraih kemenangan pemilu bersejarah berkat kampanye yang menyoroti mahalnya biaya hidup di New York, sembari menawarkan serangkaian kebijakan progresif mulai dari pembekuan sewa, bus gratis, hingga uji coba toko kebutuhan pokok milik pemerintah kota.
Dia mencetak sejarah sebagai kandidat pertama yang menembus lebih dari satu juta suara sejak 1969. Meski membawa agenda sayap kiri, Mamdani juga berusaha merangkul kelompok tengah.
Dia mempertahankan Komisaris Kepolisian Jessica Tisch, sosok yang dianggap stabil dan disukai aparat, serta menunjuk teknokrat senior berusia 74 tahun, Dean Fuleihan, sebagai wakil wali kota.
Saat berkampanye, Mamdani sering memosisikan diri sebagai bagian dari gerakan perlawanan terhadap Trump. Namun setelah menang, nadanya berubah lebih pragmatis.
Dia menegaskan ingin bekerja sama dengan pemerintah federal untuk menekan biaya hidup yang kian memberatkan warga.
“Ini semakin penting mengingat krisis keterjangkauan nasional yang sangat dipahami warga New York dan tantangan khusus dalam menyeimbangkan keamanan publik dengan kebijakan pemerintahan ini,” ujarnya.
Mamdani mengakui banyak perbedaan pendapat dengan Trump namun menegaskan kesediaan untuk mencari setiap jalan dan setiap pertemuan yang bisa membuat New York lebih baik.
Pertemuan dengan presiden merupakan tradisi bagi para wali kota New York yang baru terpilih. Profesor politik Universitas Syracuse Grant Reeher memprediksi pertemuan tersebut akan berakhir dengan nada berhati-hati.
“Hasilnya mungkin seperti keduanya akan bisa bekerja sama. Tapi kita lihat nanti, saya berharap, karena kami sama-sama ingin kota ini berhasil,” kata Reeher.
Pertemuan di Oval Office dengan Trump bukannya tanpa risiko. Trump kerap memanfaatkan panggung itu untuk menjepit tamu, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk saat ia membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam posisi sulit ketika Wakil Presiden JD Vance mengkritik Zelensky di depan media.
Lincoln Mitchell, analis politik dari Columbia University, memperingatkan Mamdani bisa menghadapi situasi serupa.
“Sangat mungkin terjadi, Anda bisa bayangkan Vance menyerangnya,” katanya. (AFP/I-3)

1 month ago
12





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·