(Dok MI)
Berikut panduan lengkap doa memandikan jenazah, niat, dan tata cara memandikan jenazah laki-laki maupun perempuan yang sesuai ajaran Rasulullah SAW. Mudah dipahami dan bisa langsung diamalkan.
1. Hukum dan Keutamaan Memandikan Jenazah
Memandikan jenazah hukumnya fardhu kifayah. Jika sudah ada yang melakukannya, gugurlah kewajiban bagi yang lain. Rasulullah SAW bersabda:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلَامِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ
(HR. Bukhari no. 1240 dan Muslim no. 2162)
Di antara mengurus jenazah adalah memandikan, mengafani, menshalati, dan menguburkannya.
2. Niat Memandikan Jenazah
Niat diucapkan dalam hati saat mulai menyiramkan air pertama. Berikut lafadz niatnya:
Niat Memandikan Jenazah Laki-laki
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِهذَا الْمَيِّتِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالٰى
Latin:
Nawaitul ghusla ‘alā hādzal mayyiti fardhan lillāhi ta‘ālā
Niat Memandikan Jenazah Perempuan
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِهذِهِ الْمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالٰى
Latin:
Nawaitul ghusla ‘alā hādzihil mayyitati fardhan lillāhi ta‘ālā
3. Doa Saat Memandikan Jenazah (Dibaca Berkali-kali)
Saat memandikan, disunnahkan membaca doa berikut berulang-ulang:
Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
Latin:
Allāhumma ighfir lahu warḥamhu wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi‘ mudkhalahu waghsilhu bil mā’i waṡ-ṡalji wal baradi wa naqqihi minal khaṭāyā kamā yunaqqats ṡawbul abyadhu minad danas.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah tempat masuknya, cucilah dia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah dia dari dosa sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran.”
Untuk jenazah perempuan, ganti “lahu” dan “hu” menjadi “lahā” dan “hā”.
4. Tata Cara Memandikan Jenazah Sesuai Sunnah (Langkah demi Langkah)
- Letakkan jenazah di tempat yang tertutup dan tinggi.
- Tutup aurat jenazah dengan kain.
- Lepaskan pakaian jenazah secara perlahan.
- Angkat sedikit kepala jenazah, tekan perlahan perutnya agar kotoran keluar, lalu bersihkan.
- Berwudhu untuk jenazah seperti wudhu untuk shalat (tanpa kumur dan memasukkan air ke hidung).
- Mandikan mulai dari sisi kanan, kepala dan jenggot dengan air bercampur bidara atau sabun.
- Siram seluruh tubuh sebanyak ganjil: minimal 3 kali, sunnah 5 atau 7 kali.
- Pada mandian terakhir, campur dengan kapur barus (kāfūr).
- Keringkan dengan kain bersih.
5. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan
- Yang memandikan sebaiknya mahram atau sesama jenis kelamin.
- Jenazah perempuan boleh dimandikan suami, begitu pula sebaliknya.
- Jangan memotong kuku atau mencukur rambut jenazah.
- Jaga kehormatan jenazah, jangan menceritakan aib yang terlihat.
Kesimpulan
Dengan memahami doa memandikan jenazah dan tata caranya, kita bisa melaksanakan fardhu kifayah ini dengan benar dan penuh berkah. Semoga Allah menerima amal kita dan mengampuni jenazah yang kita mandikan.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

1 month ago
11





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·