Ilustrasi(freepik)
DALAM penelitian NASA mengenai hubungan antara medan magnet Bumi dan kadar oksigen selama 540 juta tahun, muncul kembali pertanyaan besar yang selalu menjadi fokus sains, tentang "Apakah oksigen juga ada di luar planet kita?".
Sejauh ini, Bumi dikenal sebagai satu-satunya tempat di tata surya maupun galaksi kita yang memiliki oksigen dalam jumlah besar dan stabil untuk mendukung kehidupan kompleks.
Oksigen di Bumi bukan hadir tanpa sebab. Gas ini diproduksi terutama oleh organisme fotosintetik seperti tumbuhan, alga, dan bakteri purba.
Proses biologis ini berjalan bersamaan dengan dinamika geologis di dalam Bumi, seperti pergerakan lempeng tektonik dan perubahan medan magnet yang secara tidak langsung membantu menjaga kestabilan atmosfer. Inilah yang menjadikan Bumi unik dan sangat layak huni.
Bagaimana Dengan Planet Lain?
Oksigen sebenarnya ada di luar Bumi, tetapi dalam bentuk yang berbeda. Para ilmuwan menemukan bahwa oksigen memang dapat ditemukan di beberapa tempat di luar Bumi, tetapi biasanya tidak dalam bentuk bebas (O₂) yang bisa dihirup makhluk hidup.
Sebaliknya, oksigen di luar Bumi lebih sering muncul sebagai bentuk terikat, seperti oksigen dalam air (H₂O) atau batuan beroksidasi.
Hasil interaksi radiasi dengan es, seperti yang ditemukan di Europa atau Ganymede (bulan Jupiter), yang menghasilkan sedikit oksigen di permukaan, tetapi tidak membentuk atmosfer layak huni.
Penemuan oksigen terikat ini menunjukkan bahwa unsur tersebut sebenarnya umum di alam semesta. Namun, ketersediaannya dalam bentuk bebas yang stabil bahkan mampu menopang kehidupan kompleks, hingga kini hanya ditemukan di Bumi.
Mengapa Oksigen Bebas Sulit Ditemukan di Planet Lain?
Karena oksigen bebas sangat reaktif. Gas ini dengan cepat akan mengikat unsur lain, terutama jika dalam kondisi:
- Planet tidak memiliki medan magnet kuat.
- Atmosfernya tipis
- Permukaannya penuh mineral yang bereaksi cepat dengan oksigen.
Bumi adalah pengecualian karena memiliki kombinasi unik antara kehidupan fotosintetik yang menghasilkan oksigen, medan magnet yang melindungi atmosfer, dan kondisi geologis yang mendukung kestabilan gas tersebut.
Sumber: NASA

1 month ago
10





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·