Liputan6.com, Jakarta - Obesitas adalah kondisi kesehatan yang kerap disederhanakan sebagai akibat kebiasaan makan berlebihan. Padahal, secara medis obesitas merupakan penyakit kompleks yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Hal ini disampaikan Clinical, Medical, and Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman, yang menegaskan bahwa makanan bukan satu-satunya penyebab utama obesitas.
"Kalau kita bicara obesitas berhubungan sama makanan, bisa ya, bisa tidak. Tapi enggak cuma makanan yang menjadi faktor kunci," ujar Riyanny dalam tayangan video di kanal YouTube DRV Channel berjudul 'Dr Vito | Obesitas? Perut Masih Buncit? Tonton Ini Untuk Mengubahnya!'.
Menurut Riyanny, salah satu faktor besar yang berperan dalam meningkatnya kasus obesitas adalah sedentary lifestyle atau gaya hidup minim aktivitas fisik. Kemajuan teknologi membuat banyak aktivitas bisa dilakukan tanpa perlu banyak bergerak, termasuk dalam memenuhi kebutuhan makan.
"Sekarang kita dimudahkan banget dengan berbagai teknologi. Pilih makanan tinggal online, datang dengan sendirinya, jadi tidak banyak bergerak. Dan, itu berpengaruh terhadap obesitas," ujarnya.
Gaya hidup minim gerak membuat keseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan menjadi terganggu. Ketika tubuh jarang bergerak, kelebihan energi akan disimpan sebagai lemak, yang pada akhirnya memicu obesitas.
Faktor Hormon dan Genetik
Selain faktor gaya hidup, obesitas juga dipengaruhi oleh faktor biologis dari dalam tubuh. Riyanny menjelaskan bahwa hormon-hormon di otak memiliki peran penting dalam mengatur rasa lapar, kenyang, dan keseimbangan energi.
"Ada juga hormon-hormon di otak yang memengaruhi terjadinya obesitas, dan faktor genetik juga," katanya.
Faktor genetik membuat setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap makanan dan aktivitas fisik. Inilah yang menyebabkan penanganan obesitas tidak bisa disamakan pada setiap individu.
Menjawab anggapan seputar kebiasaan makan malam, Riyanny menekankan bahwa obesitas tidak hanya soal jumlah kalori, tapi juga berkaitan dengan pola hidup secara keseluruhan.
"Sebenarnya jam tidur, jam istirahat, jam makan juga pasti berpengaruh," katanya.
Olahraga dan Perannya dalam Obesitas
Makan malam yang terlalu larut, terutama mendekati waktu tidur, dapat mengganggu jam biologis tubuh. "Kalau makan malamnya tengah malam yang seharusnya jam istirahat, pasti juga berpengaruh," tambah Riyanny.
Dalam penanganan obesitas, olahraga memiliki peran yang sangat penting. Namun, Riyanny menegaskan bahwa olahraga tidak bisa dilakukan sembarangan. Diet dan aktivitas fisik harus berjalan beriringan, dengan pemahaman yang tepat antara sport dan exercise.
"Olahraga itu juga enggak bisa sekadar olahraga. Ada bedanya sport dan exercise," ujarnya.
Lari Bukan Jalan Keluar dari Obesitas
Exercise harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan rutinitas harian agar bisa dilakukan secara konsisten. Setiap orang dengan obesitas memiliki tantangan berbeda, seperti nyeri lutut atau komplikasi pasca stroke, sehingga jenis olahraga tidak bisa disamaratakan.
"Kalau orang obesitas lututnya sakit lalu disuruh lari, itu justru bisa menimbulkan masalah baru," kata Riyanny.
Dia menyebut kombinasi olahraga, seperti kardio dan latihan kekuatan, umumnya dibutuhkan. Namun, waktu dan intensitas latihan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
"Pasti kombinasi, tapi timing-nya harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien," pungkasnya.

2 weeks ago
10
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452448/original/040555200_1766400118-Arifah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475667/original/021958400_1768638501-pelanggaran_hak_anak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474543/original/028370600_1768484456-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_17.59.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875110/original/018653800_1719377744-IMG_2886.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475432/original/038112800_1768615917-lansia_sembelit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393151/original/045077400_1761544110-IMG-20251027-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475490/original/060097200_1768621770-daging_anjing_dan_kucing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4558345/original/040206100_1693462552-Sequence_02.00_12_43_04.Still004R.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474996/original/058742900_1768546902-ruang_aman_anak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474722/original/086369200_1768532937-dian_sasmita.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473050/original/026212700_1768385392-c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475599/original/065204400_1768631413-35412.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475397/original/051450600_1768612585-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_8.00.15_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758362/original/008193500_1709262685-Screenshot_2024-03-01_100831.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474665/original/008475600_1768528677-Azhar.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474580/original/050541100_1768489629-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_10.00.39_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga: Super Flu di Bali, China, dan Taiwan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/LFBLJeQlcXunrf97NwS3RmYoJ6M=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474369/original/041817700_1768474284-Prof_Tjandra_Yoga_Aditama__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474565/original/004438100_1768486071-budi_buli.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474682/original/068325200_1768530015-azhar_bully.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·