Liputan6.com, Jakarta - Sembelit pada lanjut usia (lansia) umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini dipengaruhi berbagai perubahan fisik dan kebiasaan yang muncul seiring bertambahnya usia.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam, Lucrezia Renata, dari RS EMC Cibitung dan Pekayon, setidaknya ada lima penyebab umum sembelit pada lansia, yakni:
Perlambatan Kerja Usus Akibat Penuaan
Proses penuaan secara alami menyebabkan penurunan fungsi otot-otot saluran cerna. Gerakan peristaltik usus, yaitu kontraksi yang mendorong tinja keluar, menjadi lebih lambat. Akibatnya, tinja berada lebih lama di usus besar dan menjadi lebih keras karena penyerapan air yang berlebihan.
Penurunan Aktivitas Fisik
Banyak lansia mengalami penurunan aktivitas fisik akibat keterbatasan mobilitas, nyeri sendi, atau penyakit tertentu. Padahal, aktivitas fisik berperan penting dalam merangsang kerja usus.
“Kurangnya pergerakan dapat memperlambat sistem pencernaan dan memicu sembelit,” kata Lucrezia mengutip laman EMC, Sabtu (17/1/2026).
Perubahan Pola Makan dan Asupan Cairan
Asupan serat yang rendah dan kurangnya konsumsi cairan merupakan penyebab umum sembelit pada lansia.
Beberapa lansia cenderung mengurangi makan karena nafsu makan menurun, kesulitan mengunyah, atau pantangan makanan tertentu. Kekurangan serat dan cairan membuat tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
Penurunan Sensitivitas Rektum
Seiring bertambahnya usia, sensitivitas rektum terhadap rangsangan tinja dapat menurun. Hal ini membuat lansia tidak merasakan dorongan buang air besar meskipun tinja sudah berada di rektum, sehingga buang air besar menjadi tertunda.
Kebiasaan Menahan Buang Air Besar
Kebiasaan menahan buang air besar (BAB), baik karena rasa tidak nyaman, keterbatasan mobilitas, atau akses toilet yang kurang memadai, dapat memperburuk sembelit. Jika dilakukan berulang, refleks buang air besar akan melemah dan membuat sembelit semakin sulit diatasi.
“Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, Anda dapat membantu lansia menerapkan pola hidup yang lebih sehat dan mencegah komplikasi yang dapat mengganggu kualitas hidup,” ujar Lucrezia.
Cegah Sembelit pada Lansia
Pencegahan dan penanganan awal sembelit pada lansia sangat penting untuk mencegah keluhan berulang dan komplikasi yang lebih serius. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi sembelit pada lansia:
Meningkatkan Asupan Serat dan Cairan
Lansia dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh. Konsumsi serat yang cukup dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih efisien dan teratur. Selain itu, pastikan asupan cairan harian tercukupi, terutama air putih, agar tinja tidak menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
Meningkatkan Aktivitas Fisik Ringan
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, senam lansia, atau peregangan secara rutin dapat membantu merangsang kerja usus. Pergerakan tubuh berperan dalam memperlancar sistem pencernaan. Lakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan lansia agar tetap aman dan nyaman.
Biasakan Jadwal Buang Air Besar
Membentuk kebiasaan buang air besar secara teratur dapat membantu melatih refleks alami usus. Waktu terbaik biasanya setelah makan, terutama di pagi hari. Usahakan untuk tidak menunda keinginan buang air besar, karena kebiasaan menahan dapat memperburuk sembelit.
Konsultasi Medis Bila Sembelit Berulang
Apabila sembelit terjadi secara berulang, berlangsung dalam waktu lama, atau disertai keluhan lain seperti nyeri perut hebat, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau perdarahan saat buang air besar, segera lakukan konsultasi medis.
Dokter dapat membantu menentukan penyebab dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi lansia.

18 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452448/original/040555200_1766400118-Arifah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475667/original/021958400_1768638501-pelanggaran_hak_anak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474543/original/028370600_1768484456-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_17.59.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875110/original/018653800_1719377744-IMG_2886.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393151/original/045077400_1761544110-IMG-20251027-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475490/original/060097200_1768621770-daging_anjing_dan_kucing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4558345/original/040206100_1693462552-Sequence_02.00_12_43_04.Still004R.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474996/original/058742900_1768546902-ruang_aman_anak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474722/original/086369200_1768532937-dian_sasmita.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473050/original/026212700_1768385392-c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475599/original/065204400_1768631413-35412.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475397/original/051450600_1768612585-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_8.00.15_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758362/original/008193500_1709262685-Screenshot_2024-03-01_100831.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474665/original/008475600_1768528677-Azhar.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474580/original/050541100_1768489629-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_10.00.39_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga: Super Flu di Bali, China, dan Taiwan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/LFBLJeQlcXunrf97NwS3RmYoJ6M=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474369/original/041817700_1768474284-Prof_Tjandra_Yoga_Aditama__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474565/original/004438100_1768486071-budi_buli.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474682/original/068325200_1768530015-azhar_bully.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5341392/original/064080400_1757311672-high-angle-doctor-explaining-anatomy.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·