Buku Aurelie Moeremans Dinilai Sebar Edukasi Child Grooming, KPAI: Kami Berterima Kasih

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Aktris Aurelie Moeremans membagikan kisah masa lalunya sebagai korban child grooming dalam buku Broken Strings. Buku ini viral dan jadi pembicaraan di tengah masyarakat.  

Terkait buku ini, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dian Sasmita mengucapkan terima kasih. Pasalnya, kisah Aurelie yang dibukukan menjadi sarana edukasi tentang bahaya child grooming.

“Terkait dengan buku yang beberapa waktu terakhir ini cukup ramai dan marak dibicarakan banyak orang, kami berterima kasih sekali adanya buku itu,” kata Dian dalam temu media di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

“Hal tersebut membuka pengetahuan masyarakat luas terkait apa itu child grooming, dan ternyata child grooming juga ada sebenarnya di sekitar kita,” tambahnya.

Mengutip laman Cleveland Clinic, child grooming didefinisikan sebagai proses yang sangat disengaja untuk membangun hubungan dengan seorang anak dengan tujuan manipulasi, eksploitasi, atau pelecehan.

Tujuan yang lebih luas dari child grooming adalah untuk memanipulasi dan mendapatkan kekuasaan serta kendali atas "target" untuk keuntungan pribadi pelaku. Dan seorang pelaku grooming akan mengandalkan sejumlah taktik untuk mengambil keuntungan dari target mereka.

“Itu bukan hal baru, namun mungkin karena dengan buku itu jadi masyarakat semakin sadar, ‘Oh, itu ada’ Child grooming seperti ini kerap kali ada juga, atau menjadi bagian dari tindak kekerasan seksual terhadap anak,” kata Dian.

“Jadi, itu bukan berdiri sendiri, namun biasanya mengikuti sebuah perbuatan atau kejahatan seksual terhadap anak,” tambahnya.

Ciri Khas Tindakan Child Grooming

Dian menerangkan soal ciri khas tindakan child grooming yang harus dihindari.

“Terkait dengan child grooming ini, kekhasannya adalah ada upaya manipulatif dari pelaku terhadap korban dengan tujuan tertentu untuk memanfaatkan korban atau menikmati sesuatu dari korban.”

Manipulasi sendiri sudah masuk dalam aspek kekerasan jika dilihat dari konsep perlindungan anak.

“Jadi memang manipulasi ini di dalam konsep perlindungan anak sudah termasuk pada aspek kekerasan. Manipulasi, bujuk rayu, kemudian memberikan iming-iming, ini termasuk kekerasan juga pada anak,” ucap Dian.

Angka Kekerasan Seksual Meningkat

Child grooming sebagai bentuk kekerasan seksual dapat terjadi di berbagai lingkungan. Tindakan seperti ini kian menambah angka kekerasan seksual setiap tahun.

“Kita tahu data kekerasan seksual sendiri setiap tahun ini meningkat. Tahun kemarin ada 12.000, tahun 2024 ada 11.000 sekian anak menjadi korban kekerasan seksual.”

Pelaku kekerasan seksual seringkali adalah orang-orang yang terdekat dari anak. Entah teman, entah orang tua, ataupun bisa tenaga pendidik atau tokoh masyarakat.

“Jadi siapa saja bisa menjadi pelaku kekerasan seksual,” ujar Dian.

Kemudian, adanya relasi yang timpang antara pelaku dengan anak ini semakin membuat rentan kondisi anak.

“Nah, inilah salah satu kekhasan situasi anak korban kekerasan seksual. Untuk itu, KPAI selalu mengingatkan, selalu mendorong pemerintah untuk sangat serius sekali dalam menangani anak-anak dalam situasi demikian,” katanya.

Pastikan Pemulihan Anak

Dian meminta pemerintah tidak hanya terpaku pada proses hukum semata, tapi perlu dipastikan pemulihan terhadap anak benar-benar dilakukan secara berkelanjutan dan komprehensif.

“Tidak hanya ketika pendampingan di (saat) proses hukum.”

Dian juga mengingatkan, kasus kekerasan seksual pada anak angkanya tidak kecil dan itu bisa terjadi di mana saja. Sehingga, Pemerintah Daerah (Kabupaten/Kota), Provinsi, dan Pusat wajib menyediakan layanan pendampingan, penanganan, dan pemulihan kepada anak yang mudah diakses oleh anak.

“Jadi, siapapun anak yang merasa dalam situasi seperti penulis (buku Broken Strings/Aurelie), mereka tidak takut lagi untuk melaporkan apa yang sudah dialami.”

“Ini kekerasan. Sekali lagi, ini kekerasan, tidak boleh dinormalisasi. Kekerasan harus dihentikan,” pungkasnya.

Read Entire Article