Jangan Anggap Remeh Demam, Waspada DBD di Awal 2026

2 days ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Bandung - Warga Kota Bandung, Jawa Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai Januari 2026 dan bulan berikutnya. 

Menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, data terakhir kasus DBD di Kota Bandung dalam tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan signifikan, bahkan pada 2025 tidak tercatat korban jiwa, pola epidemi DBD justru mengharuskan masyarakat tetap waspada.

"Secara epidemiologis, DBD itu punya siklus. Kalau tiga tahun berturut-turut turun, biasanya akan naik lagi tiga tahun berikutnya dan siklus kenaikan itu diperkirakan mulai terjadi sejak Januari ini," kata Farhan saat Siskamling Siaga Bencana ke-71 di Kelurahan Lebak Gede Kecamatan Coblong.

Farhan mengatakan keberhasilan menekan tren kenaikan kasus DBD dalam beberapa tahun terakhir tidak boleh membuat warga lengah. Kewaspadaan dini, menurutnya menjadi kunci untuk mencegah lonjakan kasus.

Farhan juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala awal demam. Jika seseorang mengalami demam tinggi selama 24 jam dan tidak kunjung turun meski telah diberikan obat penurun panas, warga diminta segera mendatangi puskesmas.

"Jangan tunggu parah. Apalagi kalau sudah disertai sakit kepala hebat, nyeri sendi, muncul bintik merah di kulit, muntah-muntah atau bahkan mimisan. Itu tanda bahaya karena bisa terjadi pendarahan di dalam tubuh," kata Farhan.

Farhan menjelaskan, pemeriksaan tes NS1 untuk deteksi dini DBD tersedia secara gratis di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Jika hasil tes positif dan pasien memerlukan perawatan, dokter akan segera merujuk ke rumah sakit. Namun jika belum perlu dirawat, pasien tetap harus menjalani pemantauan ketat di rumah.

"Virus ini hanya bisa dilawan dengan daya tahan tubuh. Jadi deteksi dini itu sangat penting," jelas Farhan.

Farhan juga mengungkapkan hasil pemantauan menunjukkan tidak ada satupun kecamatan di Kota Bandung yang benar-benar bebas dari DBD. Artinya, risiko penularan ada di seluruh wilayah kota.

Pencegahan DBD

Langkah pencegahan utama, Farhan kembali menekankan pentingnya 3M Plus, yakni menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup wadah air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Menguras saja tidak cukup, harus disikat karena telur nyamuk bisa menempel di dinding bak. Genangan air sedikit pun bisa jadi tempat nyamuk bertelur," ucap Farhan.

Sedangkan terkait fogging atau pengasapan sarang nyamuk, Farhan menegaskan langkah tersebut tidak dilakukan sembarangan.

Fogging hanya dilakukan jika hasil kajian puskesmas dan kelurahan menyatakan suatu wilayah sebagai daerah endemis.

"Fogging itu menggunakan pestisida yang sangat kuat. Kita tidak ingin menyebarkan racun tanpa alasan yang jelas," jelas Farhan.

Selain itu, Farhan kembali mengingatkan DBD bukan penyakit ringan. Jika terlambat ditangani virus dengue dapat menyebabkan pendarahan berat, bahkan menyerang organ vital seperti pencernaan dan otak.

"Ini bukan untuk ditakuti tapi untuk diwaspadai. Jangan anggap remeh setiap demam," sebut Farhan.

DBD Masih Jadi Ancaman Serius Warga Bandung

DBD masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kota Bandung dan Jawa Barat.

"DBD masih menjadi ancaman nyata bagi banyak keluarga dan komunitas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Sony Adam, SH, MM beberapa waktu lalu.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menunjukkan hingga minggu ke-25 tahun 2025, Jawa Barat menempati urutan pertama dengan jumlah kasus DBD tertinggi di Indonesia, yaitu 17.281 kasus.

Angka kematian akibat DBD di provinsi ini juga menempati urutan kedua tertinggi secara nasional, dengan 61 kasus kematian. Padahal, berbagai langkah telah dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Mulai dari edukasi masyarakat, surveilans, pemberantasan sarang nyamuk, hingga mendorong pemanfaatan inovasi pencegahan seperti vaksinasi.

"Namun, upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat," tambah Sony.

Bandung Kasus DBD Tinggi Nasional

Kota Bandung dan Kabupaten Bandung termasuk wilayah dengan jumlah kasus DBD terbanyak, masing-masing 1.475 dan 1.465 kasus, sehingga menempati peringkat kedua dan ketiga secara nasional.

Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Sony menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Gerakan 3M Plus, menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas, dan menambahkan langkah pencegahan lain seperti penggunaan obat nyamuk, harus dijalankan secara konsisten di setiap rumah untuk mencegah penyebaran DBD.

Read Entire Article