Monash University Ungkap Sinyal Awal Demensia yang Selama Ini Luput dari Perhatian

2 months ago 17
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Monash University mengungkap berbagai sinyal awal demensia yang selama ini sering terabaikan. Melalui penelitian lintas disiplin yang menggabungkan teknologi mutakhir dan pendekatan humanis, universitas ini memperkuat komitmennya dalam mendukung deteksi dini, pencegahan, dan perawatan demensia secara global. Termasuk di Indonesia yang kini menghadapi lonjakan kasus.

Demensia merupakan gangguan otak progresif yang menurunkan fungsi kognitif secara bertahap, mulai dari kemampuan mengingat, berpikir, hingga berkomunikasi. Alzheimer menjadi jenis demensia paling umum, mencakup 60 s.d 80 persen kasus.

Penelitian terbaru Monash University yang dipublikasikan melalui Monash Lens dalam artikel 'The Hunt for Dementia’s Hidden Clues' mengungkap bahwa tanda awal demensia sering kali terlihat sebelum gejala kognitif memburuk.

Professor Matthew Pase dari Ageing and Neurodegeneration Research Program, School of Psychological Sciences Monash University, mengatakan, gaya hidup memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan otak.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa kesehatan dan gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan otak seseorang hingga usia 40 tahun ke atas. Karena belum ada obat untuk demensia, penelitian tentang faktor risiko dan pelindung menjadi sangat penting," ujar Profesor Pase dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 17 November 2025.

Peran Keluarga dalam Pencegahan Demensia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 50 juta orang hidup dengan demensia, dan jumlah ini diprediksi melonjak menjadi 152 juta pada 2050. Di Indonesia, lebih dari 4,2 juta orang hidup dengan demensia, dengan kasus Alzheimer mencapai 27,9 persen.

Di balik angka tersebut, peran keluarga sangat besar. Sebuah FGD bersama Alzheimer Indonesia (ALZI) menunjukkan 54 persen peserta adalah pendamping utama anggota keluarga dengan demensia. Banyak pendamping muda harus membagi waktu antara bekerja, menempuh pendidikan, dan merawat keluarga.

Temuan ini menegaskan besarnya beban yang ditanggung keluarga, sekaligus kebutuhan mendesak akan deteksi dini yang lebih efektif.

Berdasarkan The Lancet Commission tahun 2024, terdapat 14 faktor risiko demensia yang dapat dimodifikasi. Dari sisi kesehatan, risikonya meliputi gangguan pendengaran, hipertensi, diabetes, cedera otak, gangguan penglihatan yang tidak diobati, hingga kolesterol tinggi.

Sementara dari sisi gaya hidup, risiko meningkat akibat isolasi sosial, rendahnya pendidikan masa kecil, polusi udara, kurang aktivitas fisik, stres tinggi, serta konsumsi alkohol dan rokok.

Monash juga menyoroti pentingnya tidur berkualitas. Penelitian yang dipimpin Professor Pase menemukan bahwa penurunan fase tidur dalam (deep sleep) sebesar satu persen per tahun pada lansia dapat meningkatkan risiko demensia hingga 27 persen.

Fase tidur ini membantu otak membuang limbah metabolik, termasuk protein yang menumpuk pada penyakit Alzheimer.

Gerakan Tubuh dan Aktivitas Mental Jadi Indikator

Riset ASPREE-XT dari Monash School of Public Health and Preventive Medicine menemukan bahwa tanda fisik seperti kecepatan berjalan dan kekuatan genggaman tangan bisa menjadi indikator awal risiko demensia. Salah satu pemimpin riset, Professor Joanne Ryan, menjelaskan bahwa aktivitas kognitif dapat memberikan efek perlindungan.

Profesor Joanne, mengatakan,"Aktivitas mental seperti menulis jurnal, mengikuti kelas pelatihan, dan mengerjakan teka-teki dapat menurunkan risiko demensia sekitar 9–11 persen. Aktivitas kreatif seperti merajut dapat menurunkan risiko hingga 7 persen."

Penelitian terbaru Monash juga menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dan pencitraan otak. Riset oleh Professor Adeel Razi menunjukkan bahwa fMRI mampu memantau perubahan pada jaringan otak default mode network (DMN) dan memprediksi risiko demensia hingga sembilan tahun sebelum diagnosis, dengan akurasi lebih dari 80 persen.

Jumlah Kasus Demensia

Tak hanya itu, Dr. Taya Collyer dari National Centre for Healthy Ageing Monash University tengah mengembangkan metode Natural Language Processing (NLP) untuk memperkirakan jumlah kasus demensia secara lebih akurat.

Langkah ini membantu otoritas kesehatan memahami skala krisis secara lebih tepat dan merencanakan intervensi yang efektif.

Read Entire Article