Menghilang Tanpa Penjelasan, Ini Alasan Remaja Laki-laki Memilih Ghosting

1 week ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Ghosting atau menghilang tanpa penjelasan semakin menjadi pola umum dalam hubungan remaja, terutama pada laki-laki.

Sebuah studi yang ditulis oleh Wu, K.,& Bamishigbin, menunjukkan bahwa 51–65% anak muda pernah melakukan ghosting, sementara 41–72% pernah menjadi korban ghosting dalam hubungan romantis.

Melansir dari Mission Prep, Minggu 11 Januari 2026, fenomena ini kerap dianggap sebagai perilaku tidak berperasaan. Namun, para peneliti menilai, ghosting sering muncul sebagai mekanisme coping emosional, bukan sekadar sikap tidak peduli.

Pada remaja laki-laki, tekanan sosial untuk tampil kuat dan tidak menunjukkan emosi membuat mereka cenderung menghindari percakapan sulit. Dalam kondisi ini, menghilang terasa lebih mudah dibanding harus menghadapi konflik atau perasaan bersalah.

Penelitian Freedman tentang pengalaman emosional ghosting menemukan bahwa pelaku ghosting justru mengalami campuran emosi antara rasa bersalah dan kelegaan, sementara pihak yang ditinggalkan mengalami luka emosional mendalam serta gangguan pada harga diri dan rasa memiliki.

Peran Attachment Style pada Laki-laki yang Ghosting

Pola ghosting tidak bisa dilepaskan dari attachment style yang terbentuk sejak kecil. Perilaku ghosting berkaitan erat dengan attachment tidak aman atau insecure attachment.

Remaja laki-laki dengan avoidant attachment cenderung menarik diri saat hubungan mulai terasa emosional. Bagi mereka, jarak dianggap sebagai perlindungan diri. Menghilang menjadi cara tercepat untuk meredakan tekanan.

Sementara itu, laki-laki dengan anxious attachment bisa melakukan ghosting sebagai langkah defensif, pergi dulu sebelum mereka merasa ditinggalkan. Sedangkan tipe disorganized attachment menunjukkan pola yang tidak stabil menghilang setelah kedekatan intens, lalu kembali tanpa kejelasan.

Stres secara emosional memperkuat reaksi attachment ini. Karena otak remaja masih berkembang, terutama pada area pengendalian emosi, banyak remaja laki-laki belum memiliki keterampilan komunikasi yang matang untuk menyelesaikan hubungan secara sehat.

Dampak Ghosting bagi Korban dan Pelaku

Bagi korban, ghosting menciptakan kebingungan, rasa ditolak, dan krisis kepercayaan. Dalam jangka pendek muncul overthinking, rasa bersalah, dan keraguan diri, sedangkan dalam jangka panjang dapat memicu ketakutan menjalin hubungan baru serta memperkuat pola insecure attachment.

Dampak ghosting tidak hanya dialami korban. Pelaku termasuk banyak remaja laki-laki juga menghadapi konflik emosional. Biasanya pelaku ghosting merasakan guilt, relief, dan kecemasan sosial secara bersamaan.

Rendahnya harga diri dan kecemasan sosial berperan besar dalam keputusan ghosting, terutama pada hubungan pertemanan dan romantis.

Fenomena ini membentuk siklus ketidakmampuan menghadapi emosi, ghosting, luka psikologis, ketidakpercayaan, pola hubungan semakin tidak sehat.

Cara Mengajarkan Remaja Laki-laki Hubungan yang Sehat

Pentingnya edukasi emosional dan terapi berbasis attachment untuk memutus siklus ghosting. Terapi membantu remaja laki-laki memahami emosi, meningkatkan harga diri, serta melatih komunikasi langsung meski dalam situasi tidak nyaman.

Strategi utama yang disarankan meliputi:

  1. Menamai emosi untuk membantu regulasi perasaan
  2. Membangun harga diri yang tidak bergantung pada validasi pasangan
  3. Melatih cara mengakhiri hubungan secara jujur dan hormat

Pendekatan ini terbukti membantu remaja mengenali bahwa ghosting bukan tanda kekuatan, melainkan sinyal stres emosional yang belum terkelola.

Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan profesional kesehatan mental, remaja laki-laki dapat belajar bahwa menghadapi konflik secara dewasa adalah keterampilan hidup penting bukan kelemahan.

Read Entire Article