Liputan6.com, Jakarta - Memasuki tahun baru 2026, banyak orang kembali menyusun resolusi dengan penuh semangat. Setiap Januari, jutaan orang bertekad menjadi versi diri yang lebih baik, mulai dari hidup lebih sehat hingga lebih produktif. Namun, kenyataannya resolusi Tahun Baru tidak selalu sejalan dengan harapan.
Saat Februari tiba, sebagian besar resolusi tersebut mulai ditinggalkan. Diprediksi 80 persen resolusi tahun baru gagal dipertahankan, seperti dikutip dari Psychology Today pada Rabu, 31 Desember 2025.
Selama ini, berbagai saran klasik sering diberikan, seperti menetapkan target yang spesifik, memulai dari langkah kecil, mencari teman pengingat, atau mencatat perkembangan. Meski tidak keliru, pendekatan tersebut kerap tidak membuahkan hasil karena melewatkan satu aspek penting, yakni bagaimana perubahan psikologis sebenarnya bekerja.
Banyak orang memandang resolusi sebagai pertarungan antara dua sisi dalam diri, yaitu pikiran rasional yang tahu mana yang baik dan keinginan yang mencari kesenangan sesaat. Dalam kerangka ini, kemauan dianggap sebagai suara perintah yang terus berkata 'Kamu harus ke gym', 'Jangan makan makanan manis' atau 'Bangun lebih pagi'.
Pandangan ini berakar dari konsep psikologi tripartit Plato yang membagi jiwa menjadi akal, semangat, dan nafsu. Pemikiran tersebut kemudian diadopsi oleh industri pengembangan diri modern, dengan asumsi bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika akal berhasil mengalahkan keinginan.
Identitas Diri yang Sering Terlupakan
Para psikolog menilai ada elemen penting yang kerap terabaikan, yaitu bagaimana seseorang memandang dan memperlakukan dirinya secara utuh. Perubahan bukan soal memenangkan konflik batin, melainkan tentang menghilangkan kebutuhan akan konflik tersebut.
Psikolog klinis menyoroti perbedaan besar antara kalimat 'Saya akan pergi ke gym' dengan 'Saya adalah orang yang menghargai kesehatan fisik'.
Pernyataan pertama bersifat perintah yang menuntut pengawasan terus-menerus dan sering berujung pada kelelahan mental. Sebaliknya, pernyataan kedua berangkat dari identitas diri. Ketika kesehatan sudah menjadi bagian dari jati diri, olahraga tidak lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Perubahan yang Berangkat dari Prinsip
Dalam praktik klinis, mereka yang berhasil melakukan perubahan besar, seperti berhenti mengonsumsi alkohol atau keluar dari hubungan tidak sehat, bukan selalu orang dengan kemauan paling kuat. Kunci keberhasilan mereka terletak pada cara memandang diri sendiri.
Seseorang yang berhenti minum alkohol hanya dengan menahan diri masih memposisikan dirinya sebagai 'Peminum yang sedang tidak minum'. Identitas lama itu tetap ada dan berisiko memicu kekambuhan.
Sebaliknya, ketika seseorang melihat dirinya sebagai individu yang menghargai kejernihan pikiran dan kesehatan mental, dorongan untuk minum mungkin masih muncul, tetapi tidak lagi memiliki kendali yang sama.
Menjadi Sahabat bagi Diri Sendiri
Menjelang tahun baru, banyak orang sibuk menyusun target dan resolusi. Namun, perubahan yang bertahan lama sering kali tidak dimulai dari daftar tujuan, melainkan dari hubungan yang sehat dengan diri sendiri.
Alih-alih bertanya, “Apa yang harus saya capai tahun ini?”, pertanyaan yang lebih bermakna adalah, “Saya ingin menjadi pribadi seperti apa?” Pertanyaan ini menggeser fokus dari hasil akhir ke proses pembentukan diri.
Begitu pula dalam membangun kebiasaan baru. Daripada memaksa diri dengan kalimat “saya harus melakukan ini”, lebih efektif jika bertanya, “Apa arti kebiasaan ini bagi hidup saya?”
Berolahraga, misalnya, bukan sekadar soal mengejar bentuk tubuh ideal, melainkan wujud kepedulian terhadap kesehatan dan energi tubuh. Menabung pun tidak hanya tentang jumlah uang, tetapi tentang menciptakan rasa aman dan ketenangan di masa depan.
Memang, perubahan semacam ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan penerimaan diri. Namun, perubahan yang tumbuh dari pemahaman dan sikap bersahabat terhadap diri sendiri cenderung lebih kuat dan berkelanjutan.
Karena itu, menjelang tahun baru, mungkin pertanyaan terpenting bukanlah resolusi apa yang harus dibuat, melainkan hubungan seperti apa yang ingin dibangun dengan diri sendiri. Perubahan sejati tidak lahir dari tekanan, melainkan dari pengertian dan penghargaan terhadap diri sendiri.

2 weeks ago
13
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452448/original/040555200_1766400118-Arifah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475667/original/021958400_1768638501-pelanggaran_hak_anak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474543/original/028370600_1768484456-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_17.59.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875110/original/018653800_1719377744-IMG_2886.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475432/original/038112800_1768615917-lansia_sembelit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393151/original/045077400_1761544110-IMG-20251027-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475490/original/060097200_1768621770-daging_anjing_dan_kucing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4558345/original/040206100_1693462552-Sequence_02.00_12_43_04.Still004R.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474996/original/058742900_1768546902-ruang_aman_anak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474722/original/086369200_1768532937-dian_sasmita.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473050/original/026212700_1768385392-c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475599/original/065204400_1768631413-35412.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475397/original/051450600_1768612585-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_8.00.15_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758362/original/008193500_1709262685-Screenshot_2024-03-01_100831.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474665/original/008475600_1768528677-Azhar.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474580/original/050541100_1768489629-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_10.00.39_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga: Super Flu di Bali, China, dan Taiwan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/LFBLJeQlcXunrf97NwS3RmYoJ6M=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474369/original/041817700_1768474284-Prof_Tjandra_Yoga_Aditama__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474565/original/004438100_1768486071-budi_buli.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474682/original/068325200_1768530015-azhar_bully.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·