Jakarta (ANTARA) - Satu pencapaian penting telah ditorehkan Pemerintahan Prabowo Subianto di bidang ekonomi.
Realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun. Nilai itu 101,3 persen dari target pemerintah yang sebesar Rp1.905,6 triliun, serta menandai kenaikan 12,7 persen year-on-year dibandingkan tahun sebelumnya.
Saat pengumuman pada Kamis (15/1), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan, realisasi investasi sepanjang tahun lalu juga mampu menciptakan 2,7 juta lapangan kerja.
Pencapaian tersebut tercatat pada tahun anggaran pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebuah fase krusial yang kerap menjadi barometer arah kebijakan ekonomi lima tahun ke depan.
Seperti lazimnya sebuah pencapaian tahun pertama sebuah pemerintahan, pencapaian ini harus dibaca sebagai modal awal, bukan garis akhir. Angka investasi yang melampaui target, di satu sisi tentu memberi sinyal positif, tetapi tantangan sesungguhnya adalah memastikan investasi tersebut benar-benar menjadi mesin pertumbuhan yang berkelanjutan, berkualitas, dan inklusif.
Investasi sektor energi
Banyak angle yang bisa kita baca dan telaah dari pengumuman Menteri Rosan Roeslani. Salah satunya bagaimana realisasi investasi dalam kaitannya dengan ketahanan energi dan pangan. Kedua sektor itu merupakan agenda prioritas yang dicanangkan Presiden Prabowo.
Apa yang dicapai sepanjang tahun lalu, menjadi momentum penting untuk membaca peta investasi sektor energi dan pangan, yang kini ditempatkan menjadi jalur strategis transformasi ekonomi Indonesia.
Sektor energi tidak bisa hanya dipahami dari aspek produksi dan ketersediaan minyak dan gas. Lebih jauh dari itu juga harus ditempatkan dalam konteks energi baru dan terbarukan (EBT) serta hilirisasi energi.
Investasi di bidang hilirisasi mencapai lebih dari Rp580 triliun, atau sekitar 30,2 persen dari total investasi nasional. Angka ini menunjukkan bahwa investor melihat potensi nilai tambah dari pengolahan dan produksi energi domestik, bukan sekadar ekspor komoditas mentah.
Di luar data realisasi investasi langsung, sektor energi adalah sektor prioritas pemerintahan Prabowo. Sinyal ini tercermin dari peresmian peningkatan kapasitas kilang Balikpapan senilai 7,4 miliar dolar AS yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, pekan kedua Januari 2026.
Peresmian tersebut tidak semata memperluas kapasitas refining nasional dan mengurangi kebergantungan impor bahan bakar fosil, tetapi contoh investasi infrastruktur energi memperkuat ketahanan energi nasional.
Energi, baik tradisional maupun terbarukan, memiliki peran ganda dalam struktur ekonomi. Secara langsung, investasi di sektor ini mendukung pertumbuhan kapasitas produksi dan menciptakan ekosistem industri yang luas. Secara tidak langsung, pasokan energi yang lebih stabil dan kompetitif menjadi faktor penting bagi pembentukan ekosistem yang juga mencakup sektor lain seperti logistik, manufaktur, dan pertanian.
Baca juga: Kadin optimistis target investasi RI pada 2026 tercapai
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)




English (US) ·