Dari Gang Kecil ke Mimpi Besar: Kisah Komunitas Indosalto Hidupkan Mimpi Anak-Anak Pluit

2 weeks ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Kala sinar mentari kian meredup, atmosfer dari gang kecil itu tak pernah kelabu. Jalan sempit di kawasan Pluit ini bukan lagi sebagai lorong penghubung rumah penduduk, melainkan celah yang dipenuhi tawa dan asa.

Beralaskan aspal, hentakan kaki-kaki mungil itu menggema hingga ke sudut gang. Tubuh mereka bergerak lincah, melompat dan berguling seolah lupa ruang di sekitar kurang dari lima meter lebarnya.

Di gang kecil inilah, komunitas Indosalto tumbuh demi menghidupkan mimpi anak-anak.

Bagi mereka, gang ini lebih dari cukup untuk mengekspresikan diri. Meski diselingi deru motor, suara bising yang memantul dari setiap rumah, semangat mereka tidak pernah patah. Keterbatasan itu justru menjadi pemantik diri untuk mereka belajar dan menggapai cita-cita.

"Jadi, kebetulan saya tinggal di daerah ini. Terus keseharian saya memang pelatih akrobatik kayak capoeira, tricking, gimnastik. Untuk itu saya pengin sharing, sih," kata pelatih dan pendiri komunitas Indosalto, Yoga Ardian, ketika dijumpai Tim Health Liputan6.com pada Rabu, 31 Desember 2025.

Komunitas ini lahir dari antusias anak-anak ketika melihat Yoga sering berlatih di gang yang sama. Binar dari mata mereka membuat pria berumur 35 tahun itu luluh. Dia mulai membentuk ruang agar anak-anak tak hanya bermain, tapi juga belajar menemukan jati diri masing-masing.

Bersua dengan anak-anak tak pernah membuatnya kesulitan. Meski memiliki karakter yang beragam, Yoga selalu sabar saat melatih mereka.

"Sebenarnya, sih, pada dasarnya anak-anak itu sama aja. Jadi, kita butuh agak sedikit sabar. Kalau kita menyatu dengan mereka, sebenarnya sih kendalanya gak ada masalah," kata Yoga sembari terkekeh melihat tingkah anak-anak.

Hobi, Mimpi, dan Medali

Berbekal peralatan sederhana seperti matras bayi, Yoga berhasil menuntun anak-anak berani unjuk gigi. Salah satunya Karlina atau yang akrab disapa Acil.

Anak perempuan dengan surai terikat itu terlihat gigih saat berlatih. Kegigihan itu sudah ada dalam dirinya sejak kecil. Kini, di usianya yang menginjak 13 tahun, Acil telah menggasak beberapa medali dari hobi yang dia geluti.

Baru-baru ini, Acil memenangkan kejuaraan nasional dalam kickboxing. Keteguhannya berhasil membawakan dua medali perak ke tangannya sendiri. Meski lelah menyelimuti, Acil mengaku tidak pernah mau berhenti.

"Wah kalau aku nggak bertahan, aku nggak bisa ngikutin hobi aku. Terus kayak masa aku berhenti di hobi aku sendiri," ujarnya penuh keseriusan.

Keceriaan terukir di wajah Acil saat dirinya mulai berkumpul dengan teman-teman komunitas. Berlatih bersama teman-teman membuatnya lupa akan masalah yang dihadapi. Acil menjadi lebih semangat mengasah bidang yang dia tekuni.

Hal yang sama juga dirasakan Adel, anak perempuan berusia 6 tahun ini mulai memahat mimpinya di bidang akrobatik. Kendati malu seiring waktu ia menjadi sosok yang dibanggakan baik pelatih maupun teman-temannya sendiri.

"Nggak cape, soalnya seru. Banyak teman-temannya," kata Adel dengan secercah senyum di bibirnya.

Walau usia terpaut berbeda jauh, keduanya memiliki cita-cita yang sama, yaitu menjadi artis atau atlet. Tanpa bimbang, Acil dan Adel membawa mimpi itu dan meraihnya bersama, terlepas dari keterbatasan yang ada.

Ruang Hangat Seperti Rangkulan Keluarga

Komunitas Indosalto bukan hanya sebagai ruang latihan semata. Bagi Acil, mereka sudah seperti keluarga sendiri. Tumbuh bersama teman-teman membuatnya senang dan melihat lebih banyak sudut pandang kehidupan. Dia belajar lebih dari sekadar salto tanpa tangan.

"Indosalto tuh kayak keluarga aku gitu, terus aku tuh kayak belajar banyak tentang kehidupan gitu. Seneng aja gitu ketemu temen-temen," ujarnya penuh gembira.

Seperti keluarga, komunitas ini merangkul hangat setiap anak yang tergabung di dalamnya. Alhasil, banyak dari mereka yang jauh dari pergaulan bebas dan aktivitasnya selalu terpantau oleh orangtua.

Nenek dari salah satu anak yang diampu Yoga, Suliah, 55 tahun, mengaku bersyukur dengan adanya komunitas Indosalto. Sambil mengusap dada, dia berkata,"Sekarang pas ikut Indosalto, Alhamdulillah lumayan nggak pernah (main) kemana-mana. Di situ terus latihan."

Walaupun rasa khawatir sempat menggemuruh di hatinya, Suliah mengaku senang sang cucu, Katrin, 9 tahun, memiliki talenta yang luar biasa. Kini cucunya telah menguasai beberapa teknik akrobatik dan terbiasa mengolah tubuh dengan baik.

Katrin merupakan salah satu yang juga telaten dalam berlatih. Di usianya yang hampir melangkah ke masa remaja, kemampuannya sudah seperti atlet profesional.

Meski begitu, latihan yang rutin tidak mengganggu kewajibannya dalam sekolah dan mengaji.

Menurut sang nenek, Katrin menjadi anak yang lebih produktif dan mampu membagi waktu dengan baik.

"Ya, buat masa depannya Katrin ya Alhamdulillah lah. Mudah-mudahan ini terkenal masuk terus ya, masuk TV terus jadi artis," doa sang nenek dengan mata yang berbinar, penuh akan harapan.

Nostalgia dan Harapan

Ruang hangat yang diciptakan Yoga untuk anak-anak tampaknya membuahkan sukacita yang berlimpah. Tak hanya mereka yang mulai tumbuh dan belajar, tapi sang pelatih juga mengaku sering bernostalgia. Semua yang dilalui anak-anak sangat berkesan baginya.

Melihat anak didiknya berkembang, ia merasa seperti telah menguasai separuh dunia. Besar hatinya bisa melatih mereka hingga mahir semua.

"Jadi yang tadinya kita enggak pede jadi pede, kayak punya harapan dengan ini. Padahal saya dulu nggak tau saya mau jadi apa terus mau apa. Hanya konsisten latihan aja. Tapi ternyata sekarang bisa berbagi sama teman-temen juga," kata Yoga dengan rasa bangga.

Selama melatih, Yoga terus menanamkan harapan baik dalam diri untuk anak-anak didiknya nanti. Melalui cabang akrobatik yang seluas samudera, ia berharap mereka bisa menemukan kompetensinya masing-masing di masa mendatang.

"Bisa jadi bintang film mungkin. Kenapa nggak? Karena mereka masih kecil skillnya udah begini. Kita lihat lima tahun ke depan itu bakalan membooming lebih gila lagi mereka," ujarnya penuh keyakinan.

Tak hanya membuka pintu kesempatan bagi anak-anak mencapai cita-cita. Yoga juga berharap komunitas ini menjadi ladang inspirasi setiap orang. Meski terbatas, merajut asa tidak boleh pernah usai. Sehingga tak ada alasan untuk anak Indonesia berhenti berkarya.

Read Entire Article