Ankara (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa rakyat Iran yang ia sebut “berani” mendapat dukungan dari Washington.
“Amerika Serikat mendukung rakyat Iran yang berani,” kata Rubio melalui platform media sosial X, Jumat (9/1).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah gelombang protes yang masih berlangsung di berbagai wilayah Iran. Menurut kelompok pembela hak asasi manusia yang berbasis di Washington, sedikitnya 65 orang dilaporkan tewas dalam aksi unjuk rasa tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 orang merupakan pengunjuk rasa, 14 lainnya adalah aparat penegak hukum dan petugas keamanan, serta satu warga sipil yang berafiliasi dengan pemerintah, demikian dilaporkan Human Rights Activists News Agency (HRANA), Jumat.
HRANA juga melaporkan bahwa puluhan orang mengalami luka-luka dan 2.311 orang ditahan. Aksi protes disebut masih berlangsung di sekitar 180 kota di seluruh 31 provinsi di negara Timur Tengah tersebut.
Sebagian besar korban luka dilaporkan terkena tembakan peluru karet dan peluru plastik. Hingga kini, otoritas Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait jumlah korban tewas maupun luka-luka.
Iran mengalami gelombang protes sejak akhir Desember, yang dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi negara tersebut.
Aksi unjuk rasa tersebut bermula pada 28 Desember di sekitar Grand Bazaar Teheran dan kemudian meluas ke sejumlah kota lainnya.
Presiden AS Donald Trump, Jumat, mengatakan Iran berada dalam “masalah besar” seiring meluasnya protes. Ia menyatakan Washington terus memantau perkembangan situasi dan memperingatkan otoritas Iran agar tidak menggunakan kekuatan mematikan.
Sementara itu, Iran menuding AS dan Israel berada di balik upaya memicu kerusuhan. Sejumlah pejabat Iran memperingatkan bahwa aparat keamanan dan lembaga peradilan tidak akan menunjukkan toleransi terhadap pihak-pihak yang mereka sebut sebagai pelaku sabotase.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Teheran tuding AS picu aksi unjuk rasa dan ketidakstabilan Iran
Baca juga: Polisi: Situasi di Iran sudah tenang sehari setelah kerusuhan massal
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·