Kopenhagen (ANTARA) - Demonstrasi besar-besaran menentang tindakan dan pernyataan Amerika Serikat (AS) yang mengungkapkan niat untuk mengambil alih Greenland digelar pada Sabtu (17/1) di sejumlah kota di Denmark dan Greenland.
Aksi protes besar-besaran di sejumlah kota di Denmark dan Greenland dipenuhi slogan-slogan seperti "Make America Go Away" (Usir Amerika) sambil menentang tindakan dan pernyataan AS, sekaligus menegaskan kedaulatan Greenland.
Di Kopenhagen, ibu kota Denmark, sekelompok besar pengunjuk rasa berkumpul di Lapangan Balai Kota di pusat Kopenhagen sekitar pukul 12.00 waktu setempat sebelum bergerak menuju Kedutaan Besar AS, yang berjarak sekitar 2 kilometer. Massa terdiri dari warga Denmark dan Greenland, banyak di antaranya membawa bendera Denmark dan Greenland saat berpawai melintasi jalan-jalan ibu kota.
Di Nuuk, ibu kota Greenland, pengunjuk rasa mulai berkumpul sejak siang hari sambil meneriakkan slogan-slogan berbunyi "Greenland milik orang Greenland". Aksi ini menarik partisipasi luas, termasuk Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen, yang mengibarkan bendera Greenland saat massa meneriakkan slogan dan menyanyikan lagu-lagu tradisional Inuit di tengah hujan ringan. Banyak peserta mengenakan topi bertuliskan "Make America Go Away".
Foto yang diambil pada 7 Januari 2026 ini menunjukkan pemandangan Aasiaat, Greenland, wilayah otonom Denmark. ANTARA/Xinhua/Zhang QuanweiProtes serupa juga diadakan atau direncanakan di sejumlah kota Denmark termasuk Aarhus, Odense, dan Aalborg, serta di kota-kota Greenland seperti Aasiaat, Qaqortoq, dan Ilulissat, menurut media Denmark.
Greenland merupakan wilayah otonom di dalam Kerajaan Denmark, dengan Kopenhagen mengendalikan urusan pertahanan dan kebijakan luar negerinya. AS memiliki pangkalan militer di pulau tersebut.
Pada sore harinya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 10 persen terhadap semua barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia terkait isu Greenland mulai 1 Februari.
Tarif tersebut akan naik menjadi 25 persen per 1 Juni mendatang, dan akan tetap berlaku hingga kesepakatan untuk AS membeli Greenland tercapai, kata Trump di media sosial.
Orang-orang ikut dalam protes terhadap rencana AS di Greenland di Kopenhagen, Denmark, 14 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Liu ZhichaoSebelumnya, Trump telah berulang kali menunjukkan minat untuk mengambil alih Greenland, mulai dari membeli pulau tersebut selama masa jabatan presiden pertamanya, hingga saat ini menggunakan berbagai opsi termasuk kekuatan militer AS untuk merebut pulau otonom itu.
Perbedaan pendapat yang mendasar masih tetap ada terkait masa depan Greenland usai pertemuan antara pejabat tinggi AS, Denmark, dan Greenland pada Rabu (14/1).
Menyusul pertemuan pada Rabu di Washington dengan Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio, Menlu Denmark Lars Lokke Rasmussen dan Menlu Greenland Vivian Motzfeldt menyatakan bahwa masih ada "perbedaan mendasar" mengenai masa depan Greenland.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)




English (US) ·