NATO vs NATO

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Beijing (ANTARA) - Ketika delegasi Denmark dan Greenland meninggalkan Gedung Putih usai pertemuan dengan pihak Amerika Serikat (AS) sebelumnya pada pekan ini, raut wajah mereka yang muram menyiratkan rasa frustrasi mendalam.

Akibat ambisi ceroboh Washington untuk mengambil alih Greenland dari Denmark, nasib NATO kini berada pada momen yang mungkin paling ironis sejak didirikan puluhan tahun silam, karena pemimpin de facto dari aliansi militer tersebut sedang menyalahgunakan kekuasaan secara mentah-mentah untuk menyerang kedaulatan salah satu negara anggotanya.

Para anggota NATO yang tidak berdaya kini merespons, tetapi mayoritas dari mereka hanya melalui gestur, seperti "meningkatkan" kehadiran militer di pulau itu dengan mengirimkan pasukan dalam jumlah kurang signifikan.

Upaya AS terhadap Greenland telah dimulai sejak abad ke-19. Presiden AS Donald Trump pernah menyatakan niatnya untuk membeli pulau tersebut pada masa jabatan pertamanya.

Ambisi teritorial itu kini mencuat lagi setelah Trump kembali ke Gedung Putih. Dia berulang kali mendesak Kopenhagen untuk menyerahkan Greenland kepada AS dengan dalih "keamanan nasional."

Pesan untuk para sekutu Washington sangatlah mengkhawatirkan: ketika AS menginginkan sesuatu, negara itu akan menggunakan segala cara yang ada untuk mendapatkannya, tanpa memandang apakah targetnya adalah sekutu atau musuh.

Presiden AS Donald Trump (depan) menghadiri konferensi pers setelah KTT NATO di Den Haag, Belanda, pada 25 Juni 2025. (Xinhua/Zhao Dingzhe)

Ini bukan kali pertama AS berusaha mengeksploitasi sesama anggota NATO.

Pada bulan-bulan awal masa jabatan keduanya, Trump secara eksplisit menyatakan keinginannya agar Kanada menjadi "negara bagian AS ke-52." Selain itu, pemerintahan Trump terus mendesak para anggota NATO untuk berbagi biaya pertahanan.

Di dalam blok tersebut, perpecahan pun kini semakin melebar.

NATO, sebuah blok militer yang lahir pada masa Perang Dingin, telah kehilangan alasan dasar pendiriannya seiring runtuhnya tatanan bipolar, dan kini beralih fungsi menjadi sarana bagi AS untuk mempertahankan hegemoninya.

Ketika kekuatan utama aliansi itu mulai mengutamakan kepentingan sendiri di atas segalanya dan memperlakukan sekutunya sebagai pihak yang bisa sekonyong-konyong dikorbankan, retorika "pertahanan kolektif" hanyalah fiksi pelipur belaka.

Ironisnya, dalam aliansi yang menetapkan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota, apa yang akan terjadi ketika anggota terkuatnya mulai menindas anggota lain? Siapa yang menyerang siapa, dan siapa yang akan bertahan untuk membela?

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article