Ankara (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba Bruno Rodriguez menuduh Amerika Serikat (AS) mengandalkan kekuatan dan agresi selama lebih dari enam dekade serta menegaskan negaranya akan terus mempertahankan kedaulatannya dari tekanan Washington.
Rodriguez, Jumat (9/1) menyampaikan melalui platform media sosial X bahwa Washington telah “menggunakan kekuatan dan agresi terhadap Kuba selama 67 tahun,” seraya menambahkan bahwa AS berupaya “memaksakan kehendaknya atas hak-hak negara berdaulat.”
Ia menggambarkan kekuatan AS bertumpu pada “kekuatan militer yang sangat besar dan skala ekonominya,” serta apa yang ia sebut sebagai “pengalaman luas dalam agresi dan kejahatan.”
Sebaliknya, Rodriguez menegaskan, di sisi Kuba terdapat landasan yang berbeda. Menurutnya, “di pihak kami ada akal sehat, hukum internasional, dan semangat patriotik seluruh rakyat.”
Ia menekankan bahwa rakyat Kuba tidak akan menyerahkan kedaulatannya. “Kami, rakyat Kuba, tidak siap menjual negara kami atau menyerah pada ancaman dan pemerasan,” ujarnya.
Rodriguez juga mengatakan bahwa Havana tidak akan melepaskan “hak prerogatif yang tidak dapat dicabut,” yang digunakan untuk membangun “masa depan sendiri, hidup damai bersama masyarakat dunia.”
“Kami akan membela Kuba,” kata Rodriguez, seraya menambahkan bahwa komitmen tersebut bersifat tegas, jelas, dan telah terbukti.
Pada 5 Januari, Menteri Luar Negeri Kuba menyerukan kepada Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia untuk secara bersama-sama membela kemerdekaan dan kedaulatan kawasan dari ancaman yang ditimbulkan oleh intervensi militer AS baru-baru ini di Venezuela.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut Kuba sebagai salah satu kemungkinan target kebijakan pemerintahannya. Pada 7 Januari, Trump mengatakan bahwa negara Karibia tersebut “siap untuk tumbang.”
Sumber: Anadolu
Baca juga: Trump klaim Kuba tak akan bisa bertahan tanpa pasokan minyak Venezuela
Baca juga: AS: Caracas harus hentikan kerja sama dengan Rusia, China, Iran, Kuba
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·