Konflik AS-Iran, memori revolusi 47 tahun silam

18 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Demonstrasi ini memberi kesan dipersiapkan, terpola, masif, dan penuh kekerasan

Jakarta (ANTARA) - Konflik Amerika Serikat-Iran, yang saat ini kembali memanas, berakar tunjang sangat dalam.

Dukungan Amerika Serikat pada Shah Iran Reza Pahlavi, yang despotik dan tiran, memantik Revolusi Iran pada 1979. Pahlavi yang berkuasa selama 38 tahun sejak 1941 berakhir tragis. Sejak itu pula, AS menjadi musuh utama rakyat Iran.

Revolusi Iran merupakan revolusi terbesar ketiga di dunia setelah Revolusi Bolshevik di Rusia (1917) dan Revolusi Prancis (1789). Tiga revolusi terbesar dalam sejarah dunia tersebut mengubah sistem pemerintahan dari monarki absolut menjadi pemerintahan dari rakyat.

Di Iran, revolusi yang dipimpin Ayatullah Khomeini— ulama kharismatik yang saat itu berusia 77 tahun—mengakhiri sistem pemerintahan kerajaan selama 2.500 tahun sejak berdirinya Kerajaan Persia. Revolusi ini melahirkan Republik Islam, paduan sistem teokrasi (Ulama/Ayatullah) dengan demokrasi perwakilan.

Revolusi Iran dipicu kepemimpinan diktator Shah (raja) Iran Mohammad Reza Pahlavi, yang didukung Amerika Serikat. Selama berkuasa selama 38 tahun, Reza Pahlavi menindas rakyat dan ulama. Kebebasan berpendapat dibelenggu. Rezim ini pun dikenal korup.

Namun, Amerika Serikat, sejak masa Presiden Rixard Nizon, Gerald Ford, hingga Jimmy Carter, mendukung rezim tiran ini—yang mereka sebut mitra strategis. Amerika menjual senjata dan mengeruk minyak dari Iran.

Perlawanan para ulama, terutama dari kota kecil Qom, terhadap Sah Iran, sudah terjadi sejak 1962. Para ulama, yang dipimpin Khomeini, memprotes revisi undang-undang pemilu, reformasi tanah, privatisasi perusahaan negara, dan pelantikan pejabat tanpa Al-Quran. Khomeini menggalang para ulama memboikot kebijakan Shah Iran dan menuduh Shah Iran menyebarkan korupsi moral, juga agen Amerika Serikat dan Israel.

Shah Iran marah. Ayatoulah Khomeini ditangkap Juni 1963. Penangkapan ini memicu kemarahan ulama dan rakyat Iran. Demonstrasi besar-besaran terjadi di kota Qom, Teheran, Shiraz, Mashhad, dan Varamin.

Demonstrasi pada 5-6 Juni tersebut berujung kerusuhan. Banyak korban tewas. Polisi menyebut 380 tewas, ratusan lainnya ditangkap. Namun ada yang menyebut lebih seribu orang tewas. Tragedi ini dikenal dengan sebutan 15 Khordad— berdasar kalender Iran.

Kerusuhan tersebut menyebabkan Khomeini diasingkan ke Turki, kemudian ke Irak. Di sini, Khomeini terus melancarkan gerakan perlawanan. Shah Iran terpojok dan meminta Irak mengusir Khomeini. Pada 1978, Khomeini pergi ke Paris, Prancis. Perlawanan terus berlanjut.

Dari rumahnya yang kecil di Neauphle-Le-Chateau, luar kota Paris, Khomeini berkotbah dan mengobarkan revolusi penggulingan Shah Iran yang otoriter. Khotbah-khotbah itu direkam melalui kaset dan diselundupkan pengikutnya ke Iran. Saat itu, belum ada internet.

Di Iran, kaset diperbanyak dan beredar di kalangan ulama, mahasiswa, aktivis pergerakan, dan kalangan sekuler penentang rezim otoriter Shah Iran. Seperti bola salju, gelombang gerakan rakyat dan mahasiswa semakin besar. Shah Iran melawan gerakan tersebut dengan menculik pendukung Khomeini, termasuk mahasiswa dan cendekiawan.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article