Moskow (ANTARA) - Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungan kemanusiaan bagi Afghanistan, kata Direktur Operasi ICRC Yasmine Praz Dessimoz, kepada RIA Novosti.
"Masyarakat internasional harus meningkatkan dukungannya, karena organisasi kemanusiaan tidak dapat dan juga tidak diamanatkan untuk secara efektif menggantikan sektor publik yang berfungsi dalam jangka panjang. Selain itu, pendanaan kemanusiaan menurun, sehingga mengurangi akses bantuan bagi kelompok yang paling rentan," kata Praz Dessimoz.
Keputusan untuk kembali ke Afghanistan berdampak serius terhadap orang-orang yang sudah menghadapi berbagai kesulitan, imbuhnya.
"Kembali ke Afghanistan akan sulit bagi banyak dari mereka yang mungkin telah pergi bertahun-tahun yang lalu. Reintegrasi yang bermartabat dan aman membutuhkan sumber daya yang jarang tersedia, belum lagi tekanan tambahan yang akan ditimbulkan setelah dimulainya musim dingin," imbuh eksekutif ICRC tersebut.
Praz Dessimoz juga menekankan pentingnya memastikan bahwa keputusan untuk kembali bersifat sukarela dan berdasarkan keputusan yang matang dan pada penilaian individu.
"Pemulangan harus dilakukan dalam kondisi aman dan bermartabat. Hanya dalam kondisi tersebut, pemulangan akan menjadi solusi yang langgeng dan berkelanjutan, mencegah pengungsian lebih lanjut dan penderitaan warga," katanya.
Pada Desember, Menteri Pengungsi dan Repatriasi Afghanistan Abdul Kabir mengatakan sekitar 6,8 juta pengungsi telah kembali ke Afghanistan dalam empat tahun sejak Taliban kembali berkuasa.
Sejumlah organisasi internasional memperkirakan bahwa pengungsi Afghanistan saat ini berada di lebih dari 100 negara, dengan jumlah individu yang terdaftar lebih dari enam juta orang.
Iran, Pakistan, dan Jerman adalah negara-negara yang paling banyak menampung para pengungsi dari Afghanistan.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Afghanistan teken kesepakatan 1,8 juta dolar AS untuk bantu pengungsi
Baca juga: PBB sediakan penampungan WN Afghanistan pulang dari Iran, Pakistan
Penerjemah: Katriana
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)



English (US) ·