Dua pegawai ekspedisi didakwa rusak fasilitas umum saat demo Agustus

1 month ago 15
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak dua pegawai ekspedisi bernama Arpan Ramdani dan Muhammad Adriyan didakwa ikut serta dalam perusakan fasilitas umum, seperti pembatas jalan, melempari anggota kepolisian yang sedang berjaga dengan batu, hingga melawan petugas yang sedang melakukan pengamanan, saat demo berujung ricuh pada Agustus 2025.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung (Kejagung) Inda Putri Manurung menyebutkan perbuatan keduanya dilakukan di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI usai menonton aksi unjuk rasa di platform TikTok.

"Telah melakukan tindak pidana dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang," kata JPU dalam sidang pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (20/11).

Dengan demikian, kata dia, perbuatan kedua terdakwa terancam pidana yang diatur dalam Pasal 170 ayat (1) atau Pasal 212 atau Pasal 216 ayat (1) atau Pasal 218 atau Pasal 406 ayat (1) juncto Pasal 214 ayat (1) jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca juga: Dua orang didakwa rusak mobil pegawai Kemendagri saat demo Agustus

JPU menceritakan kejadian bermula pada 30 Agustus 2025, saat Arpan dan Adriyan, yang baru saja selesai bekerja menyortir paket di gudang Shopee, Depok, Jawa Barat, membuka aplikasi Tiktok dan melihat ada unggahan terkait ajakan untuk mengikuti aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI dan Markas Komando Korps Brigade Mobil (Mako Brimob) Kwitang, Jakarta.

Kemudian Adriyan mengajak Arpan untuk mengikuti aksi demonstrasi di Mako Brimob Kwitang, tetapi Arpan menolak dan tidak mau ikut, sehingga kedua terdakwa tidak jadi berangkat untuk mengikuti aksi unjuk rasa.

Namun pada 31 Agustus 2025 Adriyan diduga menghubungi Arpan melalui aplikasi WhatsApp (WA) untuk mengajak melihat aksi demonstrasi di Mako Brimob Kwitang dan Gedung DPR/MPR RI.

Selanjutnya, kata JPU, Adriyan menjemput Arpan untuk bersama-sama berangkat menuju Mako Brimob Kwitang, tetapi sesampainya di sana sudah tidak ada aksi unjuk rasa karena sudah diamankan oleh pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), sehingga Adriyan bersama-sama dengan Arpan berangkat menuju Kantor DPR/MPR RI.

Saat tiba di Gedung DPR/MPR RI, kedua terdakwa bergabung dengan peserta unjuk rasa yang lain untuk melakukan aksi demonstrasi. Saat bergabung dengan peserta demo, Arpan mengambil kayu dan botol plastik bekas air minum untuk merusak pembatas jalan warna oranye (root barrier), di mana pembatas jalan warna oranye merupakan fasilitas umum milik Dinas Perhubungan.

Baca juga: 21 orang didakwa lakukan kekerasan saat demo di sekitar Gedung DPR/MPR

Dikatakan bahwa Arpan juga membakar kumpulan daun kering menggunakan bensin yang diberi oleh peserta demonstrasi lainnya sambil mengatakan "Bakar. Ayo maju. DPR sialan.”

Sementara itu Adriyan mengambil batu, kemudian melemparkannya ke arah anggota kepolisian yang sedang melakukan pengamanan sehingga aksi unjuk rasa berujung rusuh sambil mengatakan "Polisi pembunuh. Tuntut keadilan. DPR anjing. Bubarkan DPR."

JPU menuturkan suasana pada saat penyampaian aksi unjuk rasa hari itu di sekitar Gedung MPR/DPR RI awalnya tertib, namun pada malam hari mulai ada pelemparan batu dan kayu kepada petugas yang berjaga serta adanya pihak yang melakukan pembakaran di jalan dan sekitaran Gedung MPR/DPR RI.

Kemudian petugas mengimbau kepada peserta unjuk rasa untuk berhenti melempari petugas dan membubarkan diri dengan kalimat “Silakan kepada para peserta unjuk rasa untuk segera membubarkan diri dan jangan melakukan tindakan-tindakan anarkis”, yang diulangi sebanyak tiga kali.

"Namun keadaan sekitar Gedung MPR/DPR RI menjadi kacau karena peserta unjuk rasa tidak segera membubarkan diri dan tetap melempari petugas serta melakukan pembakaran di jalan dan sekitaran Gedung MPR/DPR RI," ungkap JPU.

Baca juga: LPSK sebut ada 19 permohonan perlindungan terkait demo ricuh Agustus

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article