REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Vale Indonesia menargetkan proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sorowako–Malili di Sulawesi Selatan mulai beroperasi pada 2027. Proyek ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi nikel perseroan dengan memanfaatkan bijih limonite dari tambang Sorowako untuk mendukung pengembangan bahan baku baterai kendaraan listrik.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Bernadus Irmanto menjelaskan, proyek HPAL Sorowako–Malili dikembangkan melalui joint venture antara Vale dan Huayou, dengan satu calon mitra tambahan yang saat ini masih dalam tahap asesmen.
Pabrik HPAL akan dibangun di Malili, sekitar 60 kilometer dari area tambang Sorowako, dan akan memanfaatkan bijih limonite dari tambang eksisting Sorowako sebagai bahan baku utama.
“Untuk Sorowako, kami akan membangun pabrik HPAL di Malili. Limonite dari tambang Sorowako akan menjadi sumber pasokan utama untuk pabrik ini,” ujar Bernadus dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (19/1/2026).
Berdasarkan paparan manajemen, pabrik HPAL Sorowako–Malili dirancang memiliki kapasitas produksi 60 kiloton per tahun. Untuk mendukung kapasitas tersebut, kebutuhan bahan baku diperkirakan mencapai sekitar 11,5 juta ton limonite per tahun.
Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan. Sejumlah aktivitas yang tengah berlangsung meliputi persiapan Feed Preparation Plant (FPP), land clearing, konstruksi autoclave, serta pembangunan camp dan dormitori bagi tenaga kerja operasional.
Sementara itu, produksi bijih saprolite dari Sorowako tetap digunakan untuk memasok pabrik nikel matte eksisting yang telah lama beroperasi. Adapun bijih limonite akan distockpile, diolah melalui FPP, dan selanjutnya dialirkan ke pabrik HPAL Malili melalui sistem perpipaan.
Bernadus menambahkan, meski progres proyek Sorowako–Malili relatif lebih awal dibandingkan proyek HPAL Pomalaa dan Morowali, pengembangan ini merupakan bagian penting dari komitmen hilirisasi PT Vale yang tertuang dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
“Proyek ini menjadi bagian dari pemenuhan mandat hilirisasi kami. Targetnya, HPAL Sorowako–Malili dapat mulai beroperasi pada 2027,” tegasnya.
Dengan beroperasinya proyek tersebut, PT Vale berharap dapat mengoptimalkan cadangan limonite Sorowako sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global nikel berbasis hilirisasi dan keberlanjutan.

3 hours ago
2





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)




English (US) ·