China tanggapi keinginan AS yang sebut membutuhkan Greenland

5 days ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menyebut hubungan antarnegara harus sesuai dengan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa saat ditanya mengenai keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang "membutuhkan" Greenland.

"China selalu percaya bahwa hubungan antar negara harus ditangani sesuai dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (12/1).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada media AS bahwa AS "mutlak" membutuhkan Greenland, dengan alasan pulau itu “dikepung kapal-kapal Rusia dan China”.

"Kita akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka, karena jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland, dan kita tidak ingin bertetangga dengan Rusia atau China," kata Trump di Gedung Putih pada Jumat.

Trump juga mengatakan akan membuat kesepakatan untuk AS mendapatkan Greenland dengan "cara mudah" atau "cara sulit". Dia menambahkan "akan melakukan sesuatu mengenai Greenland, tidak peduli mereka suka atau tidak".

Karena pernyataan Trump tersebut Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul pun menawarkan kepada Trump untuk bekerja sama dalam kerangka NATO untuk melawan "ancaman" yang ditimbulkan oleh kapal dan kapal selam Rusia dan China di Arktik.

"Arktik menyangkut kepentingan bersama komunitas internasional. Aktivitas China di Arktik kondusif untuk perdamaian, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut. Aktivitas tersebut sejalan dengan hukum internasional," ungkap Mao Ning.

Ia pun menentang tindakan AS yang menggunakan China atau Rusia sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi.

Greenland sendiri berara di kawasan Arktik yaitu wilayah bumi yang berada di utara Lingkar Arktik yang mencakup sebagian Islandia, Alaska, Siberia dan hampir seluruh Greenland, sehingga kawasan itu bukan hanya Kutub Utara.

China sendiri sejak 2018 sudah mengeluarkan buku putih Jalan Sutra Kutub mengenai pembangunan prasarana dan melakukan pelayaran niaga, membuka jalan bagi pengiriman ke benua es itu.

Salah satu kepentingan China di Kutub, karena di kawasan itu ada proyek gas alam cair yang selama ini dikelola Yamal Rusia, yang diperkirakan memasok China senilai empat juta ton gas alam cair per tahun, demikian laporan surat kabar Harian China.

Pengiriman melalui jalur pelayaran Utara itu dilaporkan akan memangkas hampir 20 hari dari waktu reguler yang menggunakan rute tradisional melalui Terusan Suez. COSCO Shipping sebelumnya juga telah berlayar melalui jalur Timur Laut Kutub Utara.

"Aktivitas China di Arktik bertujuan untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut. Aktivitas tersebut sejalan dengan hukum internasional," ungkap Mao Ning.

Hak dan kebebasan negara untuk melakukan aktivitas di Arktik, tambah Mao Ning, sesuai dengan hukum harus dihormati sepenuhnya.

"AS tidak boleh menggunakan negara lain sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi," tegas Mao Ning.

Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953 dan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh status otonomi pada 2009.

Baca juga: Gedung Putih: Trump bidik Greenland demi blokir agresi China-Rusia

Baca juga: Para pemimpin politik Greenland Ingin kerja sama dengan China

Baca juga: Soal pernyataan Trump ingin akusisi Greenland, China rujuk Piagam PBB

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article