Moskow (ANTARA) - Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Greenland Jeff Landry mengatakan Denmark “menduduki kembali” Greenland setelah Perang Dunia II dengan mengabaikan protokol Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Sejarah itu penting. AS membela kedaulatan Greenland selama Perang Dunia II ketika Denmark tidak mampu. Setelah perang, Denmark menduduki kembali wilayah itu, mengakali dan mengabaikan protokol PBB,” kata Landry dalam unggahannya di X pada Minggu (11/1).
Landry menambahkan bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan Greenland seharusnya didasarkan pada keramahtamahan, bukan permusuhan.
Pada Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland. Landry kembali menegaskan tujuan AS untuk menjadikan pulau tersebut sebagai bagian dari Amerika Serikat.
Menanggapi pernyataan Landry, Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menyatakan keterkejutannya.
Senada, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen serta Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen memperingatkan AS agar tidak melakukan pengambilalihan apa pun dan menuntut penghormatan terhadap integritas wilayah mereka.
Pada 4 Januari, Trump mengatakan kepada majalah The Atlantic bahwa AS “sangat membutuhkan” Greenland, dengan klaim bahwa pulau itu “dikepung oleh kapal-kapal Rusia dan China.” Frederiksen mendesak Trump untuk berhenti mengancam Greenland dengan aneksasi.
Trump berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS, dengan alasan kepentingan strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan dunia bebas, termasuk dari China dan Rusia. Mantan Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, menegaskan bahwa pulau tersebut tidak untuk dijual.
Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulau tersebut tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009, dengan kewenangan untuk mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan domestiknya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Ketua Komite Pertahanan Denmark peringatkan soal merebut Greenland
Baca juga: Eropa bahas penempatan pasukan NATO di Greenland
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5274842/original/066514900_1751813073-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425070/original/013103300_1764211382-ARNE.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425161/original/045302800_1764215576-atletico_madrid_vs_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079575/original/007201300_1736152577-1735888186921_ciri-tensi-rendah.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424978/original/015359200_1764192932-virgil_van_dijk_protes_liverpool_psv_ap_jon_super.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668817/original/047647600_1701319471-person-holding-world-aids-day-ribbon.jpg)




English (US) ·