Akademisi: Indonesia perlu waspada di tengah eskalasi AS-Venezuela

1 week ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
..Venezuela bukan target terakhir dalam rangkaian operasi geopolitik dan militer Amerika Serikat.

Jakarta (ANTARA) -

Direktur Pascasarjana Hubungan Internasional Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menekankan pentingnya Indonesia meningkatkan kewaspadaan strategis di tengah eskalasi geopolitik global menyusul langkah Amerika Serikat terhadap Venezuela yang berpotensi meluas ke kawasan lain.

Menurut Umam, Indonesia perlu memperkuat kedaulatan energi, ketahanan ekonomi, serta konsistensi politik luar negeri bebas aktif agar tidak terseret dalam konflik kekuatan besar.

"Indonesia harus membaca perkembangan ini dengan jernih. Penguatan kedaulatan energi, ketahanan ekonomi, dan konsistensi politik luar negeri bebas aktif menjadi kunci agar tidak terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar," katanya dalam keterangan yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu.

Umam menilai Venezuela bukan target terakhir dalam rangkaian operasi geopolitik dan militer Amerika Serikat. Eskalasi tersebut menandai fase baru politik kekuatan global yang menyasar negara kaya sumber daya strategis yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan Washington.

"Venezuela hanyalah satu bab dalam narasi yang lebih besar. Operasi militer serupa sangat mungkin diarahkan ke negara atau wilayah lain yang memiliki nilai strategis energi dan posisi tawar ekonomi-politik," ujarnya.

Ia menyebut wilayah seperti Greenland, Iran, Kolombia, Chili, serta sejumlah negara Selatan Global memiliki kerentanan serupa karena peran strategisnya bagi kepentingan energi dan ekonomi jangka panjang AS.

Umam menilai langkah Washington juga merupakan demonstrasi kekuatan militer dan politik untuk menegaskan kapasitas koersif global, meskipun pengaruh ekonomi-politik AS dinilai relatif menurun.

Selain itu, operasi tersebut disebut sebagai bagian dari perang psikologis untuk mengirim sinyal bahwa tatanan global masih diharapkan bergerak sesuai kepentingan AS melalui efek gentar dan tekanan geopolitik.

Dia mengingatkan strategi koersif semacam ini berisiko memicu eskalasi konflik lintas kawasan, mendorong perimbangan kekuatan, perlawanan asimetris, atau konsolidasi kekuatan alternatif yang dapat meningkatkan instabilitas keamanan global.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan operasi militer di Venezuela bertujuan membatasi pendanaan narkoterorisme serta memberi Washington kendali lebih besar atas sumber daya energi global.

Dalam wawancara dengan Salem News Channel pada Selasa (6/1), Vance menyatakan Amerika Serikat menginginkan yang terbaik bagi rakyat Venezuela dan rakyat AS.

"Siapa pun pemimpin negara itu nantinya, dia harus mau bekerja sama dengan Amerika Serikat," katanya.

Vance menambahkan kebijakan Venezuela sebelumnya memungkinkan pesaing asing memperoleh akses energi murah, sementara pendapatannya digunakan untuk mendanai aktivitas yang dinilai mengancam AS.

Kepala negara di negeri Paman Sam itu, Donald Trump juga mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela telah menyepakati penyerahan 30 hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat.

Sebelumnya pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores, untuk dibawa ke New York.

Trump menyatakan Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi kepentingan AS.

Baca juga: Presiden sementara Venezuela bertekad pulangkan Maduro dan istrinya

Baca juga: AS minta warganya segera tinggalkan Venezuela karena risiko keamanan

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article